Grebeg Syawal Solo Safari, Perpaduan Tradisi dan Wisata dalam Suasana Lebaran, Cucu Sinuhun PB XIII Perankan Joko Tingkir

Berita, Budaya483 Views
banner 468x60

Mbak Wawali Astrid Widayani saat memberikan tombak kepada Joko Tingkir diperankan Ndoro Mas Yudhistira sebelum prosesi Grebeg Syawal

JATENGONLINE, SOLO – Wakil Walikota Surakarta Astrid Widayani menyerahkan tombak kepada Joko Tingkir yang diperankan oleh Bendoro Raden Mas (BRM) Yudhistira dalam gelaran Ketupat Lebaran Syawal an 1447 H di Solo Safari Taman Jurug.

banner 336x280

Selesai menyerahkan tombak untuk dibawa Joko Tingkir dalam mengarungi derasnya air Sungai Bengawan Solo. Joko Tingkir pun mendaptkan wejangan sekaligus doa dari Mbak Wawali sebelum berangkat untuk keselamatan manakala tengah mengarungi Sungai Bengawan Solo dengan menaiki gethek ( perahu dari bambu) yang langsung dikawal oleh beberapa perajurit keraton Surakarta.

Kejadian tersebut merupakan bagian dari gambaran sejarah tempo dulu yang dilakukan oleh Sultan Hadiwijaya atau Mas Karebet yang lebih populer dengan sebutan Joko Tingkir sewaktu mengarungi deras nya Sungai Bengawan Solo dalam perjalanan dari Kerajaan Demak Bintoro.

Selesai dari menerima tombak, Ndoro Mas Yudhistira yang merupakan cucu ndalem Sinuhun PB XIII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang menerima peran sebagai Raja Kasultanan Pajang sekitar abad 15 silam itu pun segera berjalan untuk menaiki kuda menuju Bandar Sungai Bengawan Solo.

Selain Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Adipati (KGPH Adp) Dipo Kusumo sebagai Pengageng Perintah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, turut pula sang isteri Raden Ayu (RAy) Febri Hapsari Dipo Kusumo serta salah satu Putri Ndalem Sinuhun Paku Buwono (PB) XIII, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timur Rumbai, hadir di acara tersebut.

Grebeg Syawal Solo Safari yang digelar Sabtu (28/3/2026) sebagai bagian dari rangkaian aktivitas selama periode libur Lebaran, Safari Raya Festive, dengan mengangkat kekayaan tradisi budaya Jawa dalam balutan wisata keluarga.

Selanjutnya, Grebeg Syawal di Solo Safari menampilkan berbagai rangkaian tradisi khas yang lekat dengan masyarakat Jawa, mulai dari kirab budaya, hingga simbolisasi gunungan ketupat yang identik dengan perayaan Syawal. Salah satu atraksi utama yang dihadirkan adalah tradisi Joko Tingkir naik gethek, dilanjutkan tarian untuk menyambut Joko Tingkir yang merepresentasikan nilai perjuangan dan perjalanan dalam budaya lokal.

Gunungan Ketupat

Rangkaian kegiatan ini dirancang sebagai pengalaman yang dapat dinikmati oleh seluruh pengunjung, dengan menghadirkan perpaduan antara unsur budaya, hiburan, dan edukasi.

Pengunjung tidak hanya dapat menyaksikan prosesi budaya, tetapi juga merasakan suasana kebersamaan khas Lebaran di kawasan Solo Safari.

Melalui Grebeg Syawal, Solo Safari memperkuat peran sebagai ruang yang tidak hanya menghadirkan rekreasi, tetapi juga menjadi medium pelestarian budaya yang dapat diakses oleh masyarakat luas.

Grebeg Syawal ini juga melengkapi rangkaian Safari Raya Festive yang berlangsung selama periode libur Lebaran 14 – 31 Maret 2026 dengan waktu operasional 08:30 – 16:30 WIB, dengan berbagai aktivitas lain seperti pertunjukan edukatif, interaksi satwa, serta hiburan tematik bagi pengunjung. (*/ian)

banner 336x280