OJK Solo Kukuhkan Pimpinan Baru, Perkuat Peran Sebagai Mitra Strategis Pembangunan Ekonomi Daerah

Berita, Daerah461 Views
banner 468x60

JATENGONLINE, SOLO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Pengukuhan Kepala OJK Solo Mohammad Mufid, menggantikan Eko Hariyanto yang menempati posisi baru sebagai Direktur Departemen Pengendalian Kualitas dan Pengembangan Pengawasan Perbankan, di Kantor OJK Solo, Kota Surakarta, Selasa (12/5/2026).

Pengukuhan dihadiri oleh Anggota Dewan Komisioner sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Adi Budiarso, Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah Hidayat Prabowo, Walikota Surakarta Respati Achmad Ardianto, Wakil Walikota Surakarta Astrid Widayani, Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo Dwiyanto Cahyo Sumirat, jajaran Forkopimda, dan Pimpinan Industri Jasa Keuangan serta stakeholders terkait di wilayah Solo Raya.

banner 336x280

Adi Budiarso dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kantor OJK Daerah (KOD) memiliki posisi yang sangat strategis bukan hanya sebagai perpanjangan tangan kebijakan pusat, tetapi juga mampu mengawasi pertumbuhan ekonomi lokal, memahami kebutuhan riil masyarakat, dan menjembatani kebijakan sektor jasa keuangan dengan potensi dan karakteristik daerah.

“KOD dituntut menjadi orkestrator sinergi pentahelix mencakup pemerintah daerah, industri jasa keuangan, pelaku usaha, UMKM, akademisi, asosiasi, komunitas dan masyarakat luas guna mewujudkan pertumbuhan sektor jasa keuangan dapat menjadi akselerator pertumbuhan, bukan sekadar penyedia layanan keuangan,” kata Adi.

Lebih lanjut, dalam pengembangan inovasi keuangan digital terhadap bankability UMKM, banyak UMKM daerah yang memiliki arus kas yang baik, pasar yang jelas, dan produk yang kompetitif, namun belum memiliki pencatatan keuangan, riwayat transaksi, atau dokumen usaha yang memadai.

“Sebagai upaya implementasi pengembangan digitalisasi UMKM, proses kerja dan pemanfaatan credit scoring berbasis data alternative atau Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) serta layanan Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK) dapat menjadi booster UMKM dalam memperoleh akses pembiayaan yang lebih layak, pungkas Adi.

Sementara itu, Walikota Surakarta menyampaikan bahwa peran OJK sangat strategis dalam menjaga stabilitas sistem keuangan, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan, serta mendorong literasi dan inklusi keuangan di tengah masyarakat melalui digitalisasi.

“Di era perkembangan ekonomi digital saat ini, tantangan sektor jasa keuangan semakin kompleks. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, regulator, perbankan, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi sangat penting agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan secara sehat dan berkeadilan,” kata Respati.

Lebih lanjut, Pemerintah Kota Surakarta menyambut baik berbagai langkah dan program OJK dalam meningkatkan edukasi keuangan masyarakat, mendukung UMKM naik kelas, memperkuat perlindungan konsumen, serta mendorong akses pembiayaan yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha.

“Kami berharap ke depan OJK Solo dapat terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi regional yang inklusif dan berdaya saing,” pungkas Respati.

Melalui kepemimpinan baru di OJK Solo, diharapkan sinergi antara OJK, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, akademisi, dan masyarakat dapat semakin kuat dalam mendukung stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi regional yang inklusif dan berkelanjutan. (*/ian) 

 

banner 336x280