IWAPI Bukan Organisasi Ekslusif Apalagi Menara Gading, Pelaku Usaha Sekecil Apapun Bisa Jadi Anggota

Berita, Solo Raya507 Views
banner 468x60

JATENGONLINE, SOLO – Rapat Pleno Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Surakarta Seminar Etika Berorganisasi dan Penguatan Organisasi dengan Taat AD/ART IWAPI di Gedung Putih, Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH), Rabu (13/5/2026).

Rapat Pleno merupakan satu acara rutin yang bertujuan untuk penguatan organisasi dan juga untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas seluruh anggota IWAPI, baik yang ada di cabang maupun hingga ranting.
.
“Apa yang disampaikan hari ini tadi tentang organisasi. Kami ingin menyegarkan kembali, jadi kadang-kadang kita berorganisasi itu melupakan atau bahkan sering kadang tidak membaca aturan-aturan yang itu menjadi satu acuan atau panduan pokok dari organisasi tersebut.” terang Hj. Maria Ardi, Penasehat IWAPI Solo, di sela-sela rapat pleno. Rabu (14/5/2026).

banner 336x280

Sehingga dengan disegarkan kembali, lanjutnya, diingatkan kembali, maka tetap akan on the track sesuai dengan aturan di organisasi itu.

Menurutnya, hal itu sangat penting karena menjadi tongkat acuan dan panduan sehingga agar tidak melenceng, menyimpang atau bahkan mungkin terhindar menyelenggarakan organisasi mungkin sesuai keinginan pribadi atau mungkin sesuai keinginan kelompok tertentu.

“Dengan berpegang pada AD/ART maupun peraturan organisasi, akan tetap sama dari pusat sampai ke daerah dan sampai dicabang maupun diranting.” tegasnya.

Harapannya dengan mengerti organisasi, maka berharap untuk IWAPI semakin solid, semakin kuat dan terutama dalam hal regenerasi untuk kaum muda, remaja agar tidak memandang bahwa IWAPI itu seperti menara gading. Karena IWAPI itu anggotanya juga UKM, masyarakat, mahasiswa yang sudah berusaha atau UKM pun bisa masuk di IWAPI yang memang wadahnya para pengusaha, sekecil apapun bentuk usahanya. IWAPI pun berharap jangan sampai dianggap organisasi eksklusif.

Untuk menghindari kesan eklusif, IWAPI pun sering turun ke masyarakat, termasuk ke pasar tradisional memperkenalkan organisasi dengan belanja menyampaikan dari IWAPI, turun lapangan dengan kegiatan-kegiatan sosial, sebagai bentuk kepedulian dan mensosialisasikan bahwa IWAPI itu bukan eksklusif.

Wakil Ketua Umum (WKU) I IWAPI Surakarta, Rusmi Margono menambahkan, bahwa program-program yang sudah ditentukan terus berusaha untuk dijalankan, sebagaimana keputusan rapat tiap bulan.

“Walaupun ketuanya belum dapat aktif, kita punya WKU ya, Wakil Ketua Umum 1 sampai 6. Di situ ada bidangnya masing-masing, misalnya Sekretariat, Organisasi, Keuangan. Jadi tidak ada hambatan, insya Allah kita bertahan ya, berusaha untuk tidak goncang maksudnya, karena memang kita ada AD ART yang mantap jadi kita tetap jalan baik, tetap solid,” tegasnya.

“Pengharapan kita semua, di IWAPI tetap solid. Kebersamaannya dengan kekuatannya untuk membangun IWAPI menjadi lebih baik lagi, karena IWAPI Surakarta ini sudah 49 tahun, dan tertua di DPD, kita tetap menjaga kebersamaan dan silaturahmi dalam memajukan IWAPI walaupun ketua berhalangan hadir, itu akan tetap terlaksana.” imbuh Wakil Ketua Umum (WKU) 2 IWAPI Surakarta,
Nurainun Leo Santoso.

Program-program pun dilaksanakan sesuai dengan jadwal walaupun ada program susulan, dimana setiap bulan tetap ada program-program kerja yang harus djalankan.

Rapat Pleno diakhiri dengan penyampaian isian dari WKU 1 Bidang Keorganisasian Rusmiyati, tentang etitude dan etika berorganisasi sebagaimana yang tercantum dalam AD ART IWAPI, foto bersama dan ramah tamah. (*/ian)

banner 336x280

Related Posts

Don't Miss