JATENGONLINE, SOLO – Puluhan pengemudi yang tergabung dalam Paguyuban Sopir Bajaj Solo Raya (PASOBAS) menggelar aksi damai di kantor manajemen operasional Bajaj di wilayah Solo, Jumat (5/6/2026). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas kebijakan perusahaan yang dianggap memberatkan ekonomi para pengemudi.
Dalam aksi tersebut mereka menuntut setidaknya tiga poin utama yang menjadi keresahan para pengemudi di lapangan. Tuntutan tersebut mencakup penyesuaian harga sewa unit, penghapusan sanksi denda keterlambatan setoran, serta perbaikan sistem aplikasi yang dinilai merugikan driver.
Tuntutan Utama PASOBAS
Para pengemudi menilai kebijakan saat ini tidak sebanding dengan pendapatan harian yang cenderung menurun akibat persaingan ketat dan tingginya biaya operasional.
Berikut adalah poin-poin yang disampaikan perwakilan PASOBAS kepada manajemen:
Penurunan Harga Sewa Unit: Pengemudi meminta manajemen melakukan peninjauan kembali atas besaran harga sewa harian agar lebih proporsional dengan kondisi ekonomi dan pendapatan rata-rata saat ini.
Penghapusan Sanksi Telat Setoran: PASOBAS mendesak agar sistem denda bagi pengemudi yang mengalami keterlambatan setoran dihapuskan. Pengemudi berharap adanya kebijakan yang lebih manusiawi dan solutif, bukan sekadar penekanan secara finansial.
Optimalisasi Aplikasi: Pengemudi mengeluhkan sistem aplikasi yang dianggap tidak transparan dan sering kali merugikan driver dalam pembagian order. Mereka menuntut perbaikan algoritma dan fitur aplikasi agar lebih adil bagi pengemudi di lapangan.
Respon Pengemudi
Ketua PASOBAS Suharto menyatakan, bahwa aksi ini adalah langkah terakhir setelah aspirasi yang disampaikan secara lisan selama ini belum mendapatkan tanggapan yang memuaskan dari pihak manajemen.
“Kami hanya ingin bekerja dengan tenang tanpa dihantui denda dan biaya sewa yang mencekik. Kami berharap manajemen segera duduk bersama dan mencari jalan tengah yang tidak mematikan mata pencaharian kami,” ujarnya.
Sejumlah perwakilan PASOBAS melakukan audiensi tertutup dengan pihak manajemen untuk membahas tuntutan tersebut. Manajemen diharapkan segera memberikan keputusan yang mengakomodasi kepentingan kedua belah pihak agar operasional Bajaj di Solo Raya dapat berjalan normal tanpa gejolak sosial yang lebih besar. (*/ian)

























