JATENGONLINE, SOLO — Politeknik Indonusa Surakarta merayakan Dies Natalis ke-24 dengan penuh semangat kebersamaan dan optimisme menuju transformasi perguruan tinggi. Perayaan yang digelar pada Rabu, 19 Agustus 2026, di Ballroom Sabha Kencana, Gedung C Kampus 1 Politeknik Indonusa Surakarta, mengusung tema “Bertransformasi Menjadi Universitas Unggul dan Berdampak.”
Perayaan Dies Natalis ke-24 menjadi momentum penting bagi seluruh sivitas akademika untuk merefleksikan perjalanan Politeknik Indonusa Surakarta sekaligus meneguhkan langkah transformasi menuju perguruan tinggi yang semakin unggul, adaptif, inovatif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur yang menjadi bagian penting dalam perjalanan dan pengembangan Politeknik Indonusa Surakarta, mulai dari unsur pemerintah, dunia industri, mitra kerja sama, sivitas akademika, hingga insan media.
Kehadiran berbagai stakeholder tersebut menunjukkan kuatnya jejaring kolaborasi yang dibangun Indonusa dalam menghadapi tantangan dan peluang pendidikan tinggi di masa depan.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian utama dalam perayaan Dies Natalis kali ini adalah orasi ilmiah yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., M.B.A., M.Phil., M.A. Dalam orasinya, Prof. Eko Indrajit mengajak seluruh peserta untuk memahami kembali konsep pendidikan tinggi di tengah perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat.
Orasi ilmiah tersebut tidak hanya memberikan perspektif akademik mengenai bagaimana pendidikan tinggi harus beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, kebutuhan industri, serta perubahan sosial, tetapi juga menjadi refleksi bagi Indonusa dalam mempersiapkan transformasinya menuju institusi pendidikan tinggi yang lebih besar dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Di penghujung penyampaian orasi, Prof. Eko Indrajit juga menyampaikan doa dan harapan untuk perjalanan Politeknik Indonusa Surakarta ke depan. Suasana perayaan kemudian semakin hangat dan meriah ketika Prof. Eko Indrajit secara spontan berduet bernyanyi bersama penyanyi legendaris Indonesia, Lisa A. Riyanto.
Penampilan tersebut berhasil menyita perhatian seluruh tamu undangan dan menghadirkan suasana kekeluargaan yang kuat di tengah rangkaian agenda Dies Natalis.
Kemeriahan perayaan Dies Natalis ke-24 juga semakin terasa melalui berbagai ucapan dan apresiasi yang disampaikan oleh sejumlah tokoh dari berbagai kalangan. Ucapan selamat dan doa untuk kemajuan Indonusa datang dari berbagai pihak, termasuk artis cantik Acha Septriasa serta politikus Ibu Sekar Tandjung.
Beragam ucapan tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus doa agar Politeknik Indonusa Surakarta mampu terus berkembang, beradaptasi dengan perubahan, serta memberikan kontribusi yang semakin luas bagi dunia pendidikan, industri, dan masyarakat.
Direktur Politeknik Indonusa Surakarta dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa usia 24 tahun bukan sekadar angka perjalanan institusi, tetapi menjadi momentum untuk melihat kembali capaian yang telah diraih sekaligus mempersiapkan langkah yang lebih besar.
Transformasi menuju universitas, menurutnya, bukan hanya perubahan status kelembagaan, tetapi merupakan transformasi menyeluruh dalam budaya akademik, kualitas sumber daya manusia, inovasi, tata kelola, kolaborasi, serta kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat.
Tema “Bertransformasi Menjadi Universitas Unggul dan Berdampak” menjadi penegasan bahwa perjalanan Indonusa ke depan tidak hanya diarahkan untuk menjadi institusi pendidikan tinggi yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.
24 tahun perjalanan menjadi pijakan. Transformasi menjadi langkah. Dan dampak menjadi tujuan. Politeknik Indonusa Surakarta Bertransformasi Menjadi Universitas Unggul dan Berdampak. (*/ian)



















