Agenda Gus Kikin Sebulan Kedepan Paska Terpilih Jadi Ketum PBNU

Berita, Nasional542 Views
banner 468x60

Dukungan tersebut menjadi bagian dari tahapan sebelum pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur ini ditetapkan melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).Selain Gus Kikin, terdapat empat nama lain yang dinyatakan memenuhi syarat dalam tahapan penjaringan. Mereka yakni KH Zulfa Mustofa, KH Abdussalam Sochib, KH Yahya Cholil Staquf, dan KH Abdul Ghaffar Rozin.

Gus Kikin yang juga menjabat Ketua PWNU Jawa Timur sebelumnya menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam pencalonan Ketua Umum PBNU merupakan mandat dari struktur NU di Jawa Timur.

banner 336x280

Setelah rangkaian dinamika dalam Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama kembali memperkuat persatuan dan menjaga kebersamaan.

Ia menegaskan NU merupakan organisasi keagamaan sekaligus kemasyarakatan, bukan organisasi politik. Menurut dia, NU memiliki pijakan keagamaan dan pedoman organisasi yang harus menjadi arah dalam menjalankan roda organisasi.

NU itu bukan untuk berpolitik. NU itu adalah organisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan.

Menurut Gus Kikin, NU tidak boleh dijadikan alat untuk kepentingan politik tertentu. Ia memandang hubungan antara NU dan politik merupakan dua hal yang berbeda.

Sementara terkait hubungan dengan pemerintah, Gus Kikin menyatakan NU akan tetap memberikan dukungan sesuai dengan kewajiban umat Islam.

PBNU Ditargetkan Kepengurusan Rampung Sebulan
Gus Kikin juga menegaskan NU sejak awal berdiri sebagai organisasi yang inklusif dan terbuka. Karena itu, seluruh elemen serta potensi yang berada di lingkungan NU akan diupayakan masuk dan terwadahi dalam kepengurusan mendatang.

Semua potensi yang ada di NU bakal di akomodir dan diwadahi. Karena itu memang potensi-potensi yang ada.

Menurut dia, penyusunan struktur kepengurusan PBNU menjadi salah satu pekerjaan awal setelah dirinya terpilih. Proses tersebut ditargetkan selesai paling lama dalam waktu satu bulan, meski tidak menutup kemungkinan dapat dirampungkan lebih cepat.

“Tutup satu bulan. Kita isi organisasi kita. Tanpa itu kita bagaimana mau bekerja?” kata Gus Kikin seperti dikutip dari Antara, Senin (31/8/2026).

Gus Kikin kemudian menyinggung persoalan pemberantasan korupsi. Menurutnya, masalah tersebut tidak hanya berkaitan dengan sistem, tetapi juga erat dengan persoalan moral.

Karena itu, NU akan mendorong penguatan pendidikan akhlak dan nilai-nilai keagamaan sebagai bagian dari upaya membangun karakter masyarakat.

“Kita dari NU dari sisi akhlak kita perbaiki moral itu kemudian lebih takut kepada Allah,” ujarnya.

Sementara di sektor pendidikan, kesehatan, dan transformasi pesantren, Gus Kikin menyebut NU telah memiliki modal awal yakni pesantren dan perguruan tinggi NU yang tersebar di berbagai daerah, terutama di Jawa Timur. (*/ian) 

banner 336x280