Dari Kerinduan Bertolabul Ilmi, Majlis Taklim Sahabat Surga Tumbuh Jadi Wadah Dakwah dan Sosial di Solo

Berita, Pernik143 Views
banner 468x60

Gelaran Pesantren Lansia MT Sahabat Surga di Hotel Anaya bulan Agustus 2026 lalu, diikuti 45 Peserta. 

JATENGONLINE, SOLO – Tiga tahun silam, tepatnya pada Januari 2023, sebuah kerinduan mendalam untuk bertolabul ilmi (menuntut ilmu) menjadi benih lahirnya Majlis Taklim Sahabat Surga.

banner 336x280

Berawal dari obrolan ringan empat sekawan yang memiliki visi spiritual serupa, kelompok pengajian ini kini telah bertransformasi menjadi wadah dakwah yang tidak hanya mempererat ukhuwah, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.

Empat pilar pendiri majlis taklim ini adalah sosok-sosok yang akrab dengan lingkungan akademisi dan kesehatan di Kota Solo, yakni Ibu Handayani Ravik Karsidi (istri mantan Rektor UNS), Ibu Muslimah Zaenal Arifin Adnan (Guru Besar UNS dan mantan Direktur RS UNS), Ibu Atiek Sutarno (istri mantan Wakil Rektor I UNS), serta Dwi Hastuti Agus Nur Setyawan. Kesepakatan mereka sederhana namun istiqomah: mengadakan pengajian rutin bulanan setiap Rabu pertama.

Perjalanan tempat ibadah pun mengalami dinamika yang penuh keberkahan. Atas budi baik Ibu Muslimah Zaenal Arifin Adnan, pengajian perdana hingga beberapa periode +berikutnya bertempat di Joglo miliknya di Bekonang. Memasuki satu tahun terakhir, kegiatan berpindah ke Rumah Dinas Walikota di Loji Gandrung, Surakarta, yang memberikan suasana lebih luas dan representatif bagi jamaah yang terus bertambah.

Namun, esensi “Sahabat Surga” tidak berhenti sebatas di dalam ruangan pengajian. Kelompok ini memegang teguh prinsip bahwa ilmu harus bermanfaaat bagi sesama. Sejumlah program sosial telah dijalankan, mulai dari pemberian santunan bagi kaum duafa, kontribusi pembangunan masjid, hingga inisiatif unik berupa “Pasar Krempyeng”. Menjelang Lebaran, pasar dadakan ini menawarkan barang-barang kebutuhan pokok dengan harga miring, bahkan ada yang digratiskan, sebagai wujud kepedulian terhadap daya beli warga menjelang hari raya.

Pertumbuhan jamaah menjadi bukti bahwa majlis taklim ini diterima dengan baik oleh masyarakat. Dari yang awalnya hanya terdiri dari 12 orang anggota inti, kini jumlahnya telah berkembang pesat menjadi sekitar 70 orang. Komposisi anggotanya pun beragam, didominasi oleh istri-istri pengajar Universitas Sebelas Maret (UNS) dan istri para dokter di Solo, serta masyarakat umum yang ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pengurus Majlis Taklim Sahabat Surga berharap agar jumlah anggota dapat terus bertambah seiring waktu. Lebih dari sekadar kuantitas, harapan terbesar adalah agar majlis taklim ini semakin mampu menebar kebermanfaatan, menjadi sahabat yang saling mengingatkan dalam kebaikan, dan benar-benar merealisasikan mimpi untuk berkumpul kembali di surga kelak.

Foto bersama usai olahraga pagi peserta Pesantren Lansia MT Sahabat Surga, Agustus 2026 lalu

Siap Jadi Wali Asuh Hafiz Cilik dan Gelar Pesantren Lansia
Majlis Taklim Sahabat Surga terus memperluas cakupan dakwah dan sosialnya di Kota Solo. Tidak hanya rutin mengadakan pengajian bulanan, majlis taklim yang beranggotakan istri akademisi UNS, dokter, dan masyarakat umum ini kini tengah mempersiapkan program strategis sebagai Wali Asuh bagi anak yatim penghafal Al-Qur’an, sekaligus melanjutkan tradisi Pesantren Lansia secara berkala.

Kehadiran tokoh penting semakin menguatkan eksistensi majlis ini. Ibunda dari Walikota Solo, Ibu Minul Haryanto, kini telah bergabung sebagai anggota jamaah, menandai bahwa wadah ini diterima lintas generasi dan kalangan. Visi utamanya tetap teguh: menjadikan setiap anggota “Sahabat seSurga” yang saling mengingatkan dalam kebaikan hingga akhir hayat.

Pendanaan Mandiri dan Transparan
Untuk menjaga keberlangsungan operasional dan kajian, Majlis Taklim Sahabat Surga menerapkan sistem pendanaan yang mandiri dan transparan. Setiap pertemuan rutin pada Rabu pertama selalu disertai infak sukarela dari jamaah. Sementara untuk program khusus atau event besar, pembiayaan dilakukan melalui patungan antar-anggota tanpa mengandalkan donasi eksternal yang mengikat. Model ini memastikan kemandirian organisasi sekaligus memperkuat rasa bersama terhadap setiap kegiatan.

Sukses Pesantren Lansia, Kembali Digelar Januari 2027
Salah satu program unggulan yang telah sukses dilaksanakan adalah Pesantren Lansia. Pada Agustus lalu, kegiatan ini bertempat di Hotel Anaya selama dua hari satu malam dengan kuota 45 peserta (15 kamar @3 orang). Agenda dikemas padat namun menyenangkan: kajian keislaman, sholat berjamaah di masjid, olahraga pagi pasca Subuh, serta waktu rehat yang cukup.

Rencananya, Pesantren Lansia akan diadakan kembali paling cepat pada Januari 2027. Bagi lansia yang ingin berpartisipasi, dapat menghubungi pengurus Ibu Dwi Hastuti Agus Nur di nomor 0878 3621 0909. Kuota terbatas demi kenyamanan dan kekhusyukan ibadah para peserta.

Wali Asuh Hafiz Cilik: Program Masa Depan
Melihat antusiasme jamaah yang terus bertambah (kini mencapai 70 orang), pengurus berencana meluncurkan program Wali Asuh Anak Yatim Penghafal Al-Qur’an. Program ini bertujuan memberikan dukungan materiil dan moril kepada anak-anak yatim yang sedang menghafal Al-Qur’an, sebagai bentuk investasi pahala jangka panjang bagi seluruh anggota majlis taklim.

Dengan kombinasi antara kajian rutin, pemberdayaan lansia, dan santunan edukatif bagi generasi muda, Majlis Taklim Sahabat Surga membuktikan bahwa dakwah tidak harus formal dan kaku. Melalui pendekatan persahabatan yang hangat dan program yang menyentuh hati, mereka berupaya mewujudkan impian berkumpul kembali di surga kelak—bersama-sama, dalam ridha Allah SWT. (*/ian)

banner 336x280