Penguatan Sinergi Perguruan Tinggi Untuk Kolaborasi Nyata, MoU Fakultas Saintek Unisri dan Fakultas Pertanian Unsoed

banner 468x60

JATENGONLINE, SOLO – Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta dan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU), 30/9.

Penandatanganan MoU yang digelar di Kampus Unsoed tersebut menjadi penanda penguatan sinergi antar perguruan tinggi di tengah tuntutan kolaborasi dan hilirisasi riset saat ini.

banner 336x280

Dekan Fakultas Pertanian UNSOED, Prof. Dr. Ir. Sakhidin, M.P., menyambut baik terjalinnya kerja sama ini. Ia menegaskan bahwa MoU tersebut merupakan salah satu target strategis Fakultas Pertanian UNSOED untuk terus membina jejaring dengan berbagai pihak, baik industri maupun instansi pendidikan.

MoU ini adalah target kami untuk memperluas kerja sama. Namun demikian, yang paling penting adalah MoU harus menghasilkan implementasi. Jangan hanya berhenti di atas kertas. Kerja sama harus memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak, tegas Prof. Sakhidin.

Menurutnya, tantangan pertanian dan pangan saat ini tidak bisa dijawab oleh satu institusi saja. Dibutuhkan kolaborasi lintas kampus, lintas disiplin ilmu, dan lintas wilayah untuk menjawab isu ketahanan pangan, perubahan iklim, dan teknologi pertanian berkelanjutan.

Hal tersebut diamini oleh Dekan Fakultas Saintek UNISRI, Prof. Dr. Nanik Suhartatik, S.TP., M.P. Menurutnya, kerja sama antara Saintek UNISRI dan Fakultas Pertanian UNSOED sejatinya telah lama terjalin dan telah menghasilkan output konkret.

“Implementasi antara Saintek UNISRI dan Fakultas Pertanian UNSOED sebenarnya telah terjalin lama, bahkan sebelum MoU ini ditandatangani. Bentuknya sudah ada, seperti menulis buku bersama, team teaching, penelitian bersama, dan kerja sama pengelolaan jurnal,” ungkap Prof. Nanik.

Ia menambahkan, penandatanganan MoU hari ini adalah formalisasi dan penguatan dari kolaborasi yang sudah berjalan agar lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berdampak lebih luas bagi mahasiswa dan dosen kedua institusi.

Sudah bukan saatnya lagi kita bersaing secara individual. Di era kolaborasi seperti sekarang, justru kekuatan kolaborasi akan membuat semua pihak semakin kuat dan maju bersama. Prinsipnya adalah collaborate to elevate, pungkasnya.

Melalui MoU ini, kedua fakultas sepakat untuk mengembangkan kerja sama di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi:

1. Pengembangan pendidikan, team teaching dan pertukaran dosen tamu.
2. Penelitian kolaboratif dan publikasi ilmiah bersama.
3. Pengabdian kepada masyarakat dan pemberdayaan petani.
4. Pengembangan jurnal ilmiah dan penulisan buku ajar.
5. Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk mahasiswa.

Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi produktif antar perguruan tinggi di Jawa Tengah dalam mendukung ketahanan pangan nasional. (*/ian) 

banner 336x280