Kolaborasi Perpaduan Mahakarya Busana, Budaya, dan Musik Senthir Nusantara Jaya DPC Solo dan Miss Batik Indonesia di Taman Budaya Jawa Tengah

Berita, Budaya49 Views
banner 468x60

JATENGONLINE, SOLO – Kota Surakarta bersiap menyambut malam perhelatan budaya dan fashion yang megah melalui kolaborasi istimewa antara Miss Batik Indonesia dan Senthir Nusantara Jaya (SNJ).

Acara ini dipimpin langsung oleh Adhityo Utomo, atau yang akrab disapa Gembul, selaku Ketua Senthir Nusantara Jaya DPC
Solo. Bertempat di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), pergelaran akbar ini dirancang untuk mengangkat kekayaan
wastra Nusantara sekaligus merayakan kreativitas seni lokal dalam balutan kemasanyangelegandanmodern.

banner 336x280

Rangkaian acara yang dimulai pada pukul 19.00 WIB ini menawarkan pengalaman visual dan musikal yang memukau. Dibuka dengan tarian kontemporer yang mempesona, malam penobatan dan apresiasi ini juga akan diisi dengan prosesi penyerahan piala penghargaan kepada para tokoh serta insan berprestasi.

Sorotan utama acara ini terletak pada panggung peragaan busana (fashion show) eksklusif yang menghadirkan karyakarya memukau dari 4 (empat) desainer ternama, yaitu Novita, Intan Ayra, Ardiansyah Mega, Natalie Sofie.

Serta persembahan istimewa dari HARPI Solo, dan juga komunitas Pecinta Kebaya. Kemegahan panggung kian lengkap
dengan kehadiran khusus Wakil Walikota Solo Astrid Widayani.

Sebagai penutup malam para tamu undangan akan dihibur oleh penampilan spesial dari band legendaris
Koesploes dari Senthir Nusantara Jaya, yang siap mengajak seluruh penonton bernyanyi bersama mengulang kejayaan
masalalu.

“Kolaborasi ini bukan sekadar pameran fashion, melainkan bentuk dedikasi kita bersama untuk menjaga, merawat, dan memajukan warisan budaya bangsa melalui sentuhan seni yang dinamis,” ujar Gembul Ketua Sendiri Nusantara Jaya DPC Solo. Rabu (7/10/2026)

Dengan mengusung standar penyelenggaraan yang profesional dan eksklusif, malam puncak ini diharapkan
mampu memperkuat posisi Surakarta sebagai Kota Budaya yang terus berinovasi tanpa meninggalkan akar tradisinya. (*/ian)

banner 336x280