Ribuan Peserta Ikuti WFA 2026 Mangkunegaran Solo, JCI Vietnam: Ayo Jalan Untuk Kesuksesan Bersama!

Berita, Pernik354 Views
banner 468x60

JATENGONLINE, SOLO – Gerakan simbol kepedulian masyarakat Solo dalam membuka ruang dan pemahaman bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).

Junior Chamber International (JCI) Solo sukses menggelar aksi jalan sehat inklusif bertajuk Walk For Autism (WFA) 2026 di Pamedan Mangkunegaran, Minggu (12/4/2026)

banner 336x280

WFA adalah gerakan jalan sehat inklusif yang mengajak semuanya untuk lebih peduli, memahami, dan membuka ruang bagi ABK di tengah masyarakat.

Karena perubahan tidak harus dimulai dari hal besar. Cukup dengan satu langkah sederhana. Karna satu langkah berarti dunia bagi mereka, satu langkah kecil bisa membawa perubahan yang besar.

National President JCI Indonesia 2026, Siegfried Listijosuputro menyampaikan, dukungannya untuk gerakan Walk For Autism Solo 2026.

“Melalui gerakan ini, kita diajak untuk lebih peduli, lebih memahami, dan bersama menciptakan ruang yang lebih inklusif bagi anak berkebutuhan khusus,” katanya.

Mari jadi bagian dari langkah ini, lanjutnya, dengan berkontribusi melalui pembelian merchandise donasi untuk mendukung partisipasi anak berkebutuhan khusus.

Acara WFA ini juga dihadiri langsung oleh Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, perwakilan Pura Mangkunegaran GRAj Ancillasura Marina Sudjiwo, serta tamu internasional Phan Ngoc Diem dari JCI Vietnam.

Sementara itu, Wali Kota Surakarta Respati Ardi menyampaikan dalam sambutannya, sangat mengapresiasi kepada JCI Solo dan Pura Mangkunegaran yang terus konsisten mendampingi anak-anak luar biasa di Solo.

“Komitmen Pemkot Solo mewujudkan prinsip no one left behind.” tegas Respati.

Pihaknya menjamin di Kota Surakarta untuk bisa memberikan hak-hak yang sama. Bahkan Solo telah di canangkan sebagai ‘Ibu Kota Disabilitas’. Dan memiliki Perda yang mewajibkan seluruh fasilitas publik dan pusat perbelanjaan harus ramah disabilitas, serta mewajibkan tempat usaha menyerap satu persen tenaga kerja dari penyandang disabilitas.

Dari Pura Mangkunegaan GRAj Ancillasura Marina Sudjiwo menyatakan, komitmennya menjadi ruang yang inklusif. Dengan memberikan fasilitas tempat, selain keterlibatan Mangkunegaran dalam mengubah mindset masyarakat agar tidak lagi memandang sebelah mata para penyandang autisme.

“Jangan pernah melupakan mereka, karena kita sama harus merangkul. Hari ini teman-teman bisa melihat penampilan seni dari komunitas autis untuk menunjukkan bahwa mereka juga memiliki bakat dan kemampuan yang luar biasa,” ujar Gusti Sura.

Local President JCI Solo, Pulung Priyo Utomo menjelaskan, bahwa kegiatan WFA 2026 ini sedikitnya diikuti lebih dari 1.000 peserta, termasuk anak-anak dari 16 yayasan dan SLB di Surakarta, para pendamping, guru, serta masyarakat umum.

WFA 2026 di Solo ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia yang sudah dimulai sejak 2 April lalu.

“Setelah jalan sehat ini, kami masih akan menggelar program peningkatan kapasitas untuk orang tua (parenting) dan guru, hingga upaya penyediaan tes minat bakat khusus bagi penyandang autis,” jelasnya.

Phan Ngoc Diem dari JCI Vietnam.

Adapun kehadiran Phan Ngoc Diem dari JCI Vietnam yang didampingi National Vice President JCI, Raymond Lee Santoso, menambah semarak acara. Phan Ngoc Diem mengaku sangat terkesan dengan kolaborasi yang terjalin antara komunitas, pemerintah, dan pihak keraton di Solo.

WFA 2026 ini bukan sekedar wujud dampak positif JCI bagi sesama saja, tapi lebih tentang membangun masa depan bersama.

“Anak-anak ini memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk menjadi bagian penting yang berkontribusi bagi masyarakat. Ayo melangkah untuk kesuksesan bersama,” ungkapnya.

Local President dari JCI Batavia, Raymond Lee Santoso menambahkan, jika JCI Indonesia selalu berupaya konsisten menggelar kegiatan serupa untuk mendukung anak anak autis dan berkebutuhan khusus lainnya lebih percaya diri dan berkarya.

“Melalui Walk For Autism 2026, JCI Solo berharap kesetaraan bagi penyandang autis bukan lagi sekadar slogan, melainkan realitas yang dirasakan di setiap sudut Kota Solo.” pungkas Raymond Lee Santoso. (*/ian)

banner 336x280