JATENGONLINE, JAKARTA – “Kemerdekaan RI jangan dibungkus dengan Kebijakan ala VOC Jilid II,” kata Ketua Umum DPP ADWI Balham Wadja SH, saat ditanya wartawan tentang arti Kemerdekaan RI Ke-80. Minggu (17/8/2025).
Lebih lanjut disampaikan Balham, bahwa kita paham bahwa VOC sangat terkenal dalam bisnis perdagangan yang merugikan rakyat indonesia. Zaman Penjajahan Belanda, VOC bisa disebut “negara dalam negara” yakni rakus, menindas rakyat. Dan hanya mementingkan keuntungan ekonomi semata.
Itulah sebabnya banyak orang Indonesia sekarang sering mengingatkan, jangan sampai pemerintahan modern bersikap seperti VOC — kolonial, eksploitatif, dan korup.
Dalam pengamatan AWDI (Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia), sejauh sejak reformasi, kebijakan pemerintah sudah banyak keluar dari tujuan berbangsa dan bernegara. Dalam hal ini sikap politik AWDI dalam memperingati HUT RI ke 80 sebagai berikut :
1. Menentang sistem pemerintahan yang kejam dan menindas rakyat. Pemerintah tidak boleh mengulangi masa lalu kolonialisme VOC yang hanya menguntungkan beberapa orang dengan mengorbankan kepentingan umum.
2. Mendorong pemerintahan yang adil, akuntabel, dan transparan. Semua kebijakan harus dibuat untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kelompok atau negara lain.
3. Menganjurkan seluruh bangsa untuk mempertahankan demokrasi. Tidak boleh ada pembungkaman, tekanan, atau kriminalisasi wartawan dan media karena mereka bertanggung jawab untuk mengawasi jalannya pemerintahan.
4. Siap kritisi kebijakan yang membahayakan masyarakat. Pemerintah harus memprioritaskan musyawarah, kepentingan nasional, dan kesejahteraan rakyat.
5. Pemerintah tidak boleh mengikuti gaya kolonial VOC yang eksploitatif, menekan, dan menguntungkan kelompok tertentu.
Dengan segala hormat kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Ketum AWDI berpesan janganlah kebijakan pemerintah meniru kebijkan ala VOC zaman dulu . Buatlah rakyat Indonesia ini sejahtera dan pejabat yang korup segera dihukum secara adil .
“Dirgahayu RI 80, Sukses Indonesia Raya bersama AWDI.” pungkasnya. (*/ian)



















