Poktan Patro Terima Hibah CSR Dari Nakamura

Berita, Pernik1492 Views
banner 468x60

JATENGONLINE, SOLO – Kelompok Tani RT 04 RW 02 (Poktan Patro) Ngebrusan, Kestalan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta saat ini sedang mengembangkan pengolahan sampah, pertanian tanaman obat (toga) dan sayuran berbasis masyarakat.

Seiring dengan bantuan yang diberikan oleh LPK Nakamura Surakarta, dalam program CSR unit perusahaan tersebut pada tahun 2025.

banner 336x280

Pegiat Poktan Patro Sri Mulyati didampingi anggota yang lain mengatakan, pihaknya mendapatkan bantuan pengolahan sampah, yakni 2 tong komposer. Setelah bantuan ini, sehingga Poktan Patro membuat pengolahan sampah berbasis masyarakat.

Menurut Mulyati, setiap rumah diharapkan nantinya sudah memiliki kesadaran untuk memilah sampah antara organik dan non-organik.

“Bantuan dari Nakamura ini sangat membantu, apalagi kalau sudah sesuai dengan rencana kita sangat bagus. Karena pengolahan sampah ini berbasis masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Gus Minging Pimpinan LPK Nakamura mengatakan, bantuan yang diberikannya merupakan komitmen dan dukungan Nakamura kepada masyarakat sekitar. Dalam hal ini untuk menjaga lingkungan tetap bersih, sekaliguas mendapatkan nilai tambah dari sampah.

“Nakamura sangat mendukung upaya yang dilakukan oleh masyarakat, dalam hal ini pengolahan sampah yang berkelanjutan dan berdampak tidak hanya lingkungan namun juga pendapatannya. Demi melihat keseriusan dan eksistensi Poktan Patro, CSR kami salurkan kepada kelompok tani ini,” ujar Gus Minging.

Sukuh Gesang Ecofarm – Pengembang destinasi wisata Sukuh Gesang Ecofarm yang berada di kawasan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar ini terkenal dengan kegiatan petik tomat ceri langsung dari pohon.

Dimana tempat ini mengusung konsep wisata edukasi dan agrowisata di lingkungan hijau yang asri.

“Banyak kelebihan yang sangat menggiurkan dari wisata satu ini.” kata Gus Minging.

Dan, harga tiket masuk ke Sukuh Gesang Ecofarm sangat terjangkau, kapan lagi bisa menikmati wisata yang anti mainstream dengan harga pas di kantong dan berkesempatan untuk membawa pulang tomat ceri segar yang dipetik sendiri oleh pengunjung.

Sukuh Gesang Ecofarm ini sering dijadikan pilihan wisata keluarga karena suasananya yang edukatif dan ramah anak. Selain memetik tomat, pengunjung juga dapat menikmati pemandangan pegunungan yang indah di sekitar kawasan ecofarm.

Jam operasional Sukuh Gesang Ecofarm ini biasanya dari pagi hingga sore hari (07.00 – 17.00), tetapi disarankan untuk memeriksa langsung sebelum berkunjung, terutama pada hari libur nasional. Cocok dikunjungi bersama keluarga tercinta.

Sukuh Gesang Ecofarm ini cocok bagi mereka yang ingin menghabiskan waktu di tengah alam sambil belajar tentang pertanian organik. Tempat ini memberikan pengalaman unik, terutama bagi anak-anak.

Sukuh Gesang Ecofarm ini juga mendukung program keberlanjutan dengan mengedepankan pertanian organik dan meminimalkan dampak lingkungan, menjadikannya destinasi wisata ramah lingkungan. (*/ian)

 

banner 336x280