Upaya Dorong Gerakan Ekonomi, SPPG Penumping Solo Optimalkan Pemasok Lokal dan Pasar Tradisional

Berita, Solo Raya848 Views
banner 468x60

SPPG Penumping, Laweyan Solo milik Puspo Wardoyo

JATENGONLINE, SOLO – Demi menggerakan ekonomi lokal daerah, para pemilik SPPG di kota Solo  pemenuhan bahan kebutuhan dapur didatangkan dari pelaku usaha setempat dan pasar tradisional.

banner 336x280

Owner Yayasan Bangun Gizi Nusantara, Puspo Wardoyo menyampaikan, kebutuhan dapur SPPG miliknya belanja di pasar tradisional. Dan supplier mengirimkan langsung ke pihaknya.

“Tentu kami mengutamakan supplier dari wilayah sekitar,” jelas Puspo Wardoyo, Selasa (2/12/2025).

Pihak SPPG tetap mengutamakan supplier lokal sekitar untuk memenuhi kebutuhan. Hal ini juga sesuai dengan skema arahan Badan Gizi Nasional (BGN) yakni menghidupkan ekonomi area sekitar.

“Untuk kebutuham buah-buahan, kami mengambil dari supplier lokal dan pasar tradisional. Jika tidak memenuhi kebutuhan, kami juga membeli dari outlet-outlet. Seperti misalnya kekurangan plastik, kami membeli dari toko sekitar SPPG,” jelasnya Puspo lagi.

Owner Yayasan Bangun Gizi Nusantara, Puspo Wardoyo 

Untuk kebutuhan bahan pokok, Owner Wong Solo Group dan pemilik makan sehat siap saji MakanKu itu mengatakan pihaknya tidak mau beresiko jika mengambil dari luar wilayah. Beresiko, soal pengantaran dan lain-lain.

Lebih lanjut Puspo Wardoyo mengatakan dengan melibatkan banyak pelaku usaha kecil, hal ini juga membantu perekonomian untuk tumbuh. Pertumbuhan ekonomi juga terjadi karena melibatkan warga sekitar untuk menjadi karyawan SPPG.

Puspo menyatakan, pihaknya melibatkan banyak sekali pemasok. Termasuk melibatkan koperasi, supplier. Bahkan beragam supplier. “Kalau karyawan diutamakan warga sekitar SPPG, hampir 100 persen,” katanya lagi

Sebagaimana disampaikan, Wali Kota Solo Respati Ardi meminta SPPG di Solo untuk membeli kebutuhan pokok di pasar tradisional. Sehingga bisa menghidupkan perekonomian di pasar tradisional. Sehingga ada perputaran uang MBG di pasar tradisional Solo.

“Program nasional Presiden Prabowo Subianto akan berdampak langsung terhadap pelaku UMKM.” terang Respati.

Apalagi tahun 2026, lanjutnya, akan ada sekitar Rp380 miliar masuk melalui MBG di Solo. Maka ini merupakan pergerakan ekonomi baru.

Untuk kebutuhan pokok untuk MBG seperti buah-buahan, daging ayan, ikan dan lain sebagainya, bisa didapatkan di pasar tradisional.

Diakhir November 2025 sudah  ada 26 beroperasi dari 42 SPPG yang sedang dibangun di Solo. SPPG tersebut tersebar di 5 kecamatan wilayah di Solo. (*/ian) 

banner 336x280