Kemandirian Relawan Peduli Kebonbimo Boyolali, Mampu Mensejahterakan Warganya! 

Berita, Solo Raya1266 Views
banner 468x60

JATENGONLINE, BOYOLALI – ‘Berani Beda’ eksistensi utama yang dilakukannya menjalakan program sosial dan kepedulian masyarakat tanpa melibatkan orang lain.

Sebagaimana yang dilakukan oleh sebuah komunits Relawan Peduli Kebonbimo (RPK) Boyolali komitmennya kuat menjalankan programnya secara mandiri, tanpa menerima sentuhan dana dari mana pun termasuk dari pemerintah.

banner 336x280

Meskipun RPK baru berdiri pada November 2024, akan tetapi telah berhasil merubah dan menciptakan dampak nyata di lingkungan sekitar wilayahnya dengan beragam kegiatan positif.

Ditemui di posko RPK, Ketua Relawan Peduli Kebonbimo, Beni Tri Bawono, menyampaikan, bahwa satu komitmen yang menjadi semangat utama komunitasnya yakni, kolaborasi dan iuran sukarela sering dikenal ‘jawilan’ dari anggota dan masyarakat setempat.

RPK berdiri November 2024, didalam tahun pertama telah mampu dan berhasil membedah sejumlah tiga rumah secara mandiri.

“Hanya berdasarkan jawilan kita, misalnya per orang paku satu kilo, semen satu, kita kumpulkan, kita survei, dan langsung bedah,” kata Beni di posko RPK, Kamis (4/12/2025).

Untuk berbuat baik jangan setengah-setengah. Usai sukses dengan program bedah rumah RPK mulai memperluas fokus kegiatannya dengan menkafer sejumla kebutuhan yang mendesak, seperti:

Santunan Disabilitas: Mereka berhasil mengganti kaki palsu untuk warga disabilitas yang kurang mampu melalui penggalangan dana mandiri.

Rehabilitasi Mushola: Melakukan rehabilitasi mushola di lingkungan sekitar yang membutuhkan perbaikan.

Khitanan Massal: Pada November 2024, mereka sukses menyelenggarakan khitanan massal untuk lima anak dari keluarga tidak mampu, di mana empat di antaranya berasal dari luar desa karena adanya kolaborasi lintas relawan.

Sentuhan Lansia: Menggalang iuran sukarela untuk disalurkan dalam bentuk paket sembako bagi para lansia yang membutuhkan sentuhan bantuan.

Ambulan gratis

Saat ini salah satu program unggulan yang menonjol adalah penyediaan ambulans gratis. Layanan ini diutamakan untuk warga Kebonbimo, namun juga terbuka untuk warga desa sekitar.

Uniknya, operasional ambulans ini dibiayai secara mandiri melalui skema kemitraan inovatif dengan pelaku usaha lokal.

Untuk operasionalnya, dengan menggandeng beberapa warga Kebonbimo yang punya usaha warung soto, warung es. Dengan memasang iklan sekaligus sedekah.

“Jadi di belakang ambulans itu ada stiker usaha soto balap, es buah Klenger, dan lain lain seperti itu,” jelas Beni.

Setiap pelaku usaha menyumbang secara rutin tiap bulan untuk operasional. Dana ini berhasil melengkapi ambulans dengan fasilitas standar seperti strecher dan oksigen. Semuanya adalah gratis dan hanya dari jawilan lagi, tidak pernah meminta ke pemerintah ataupun dinas-dinas terkait.

“Kami full mandiri, tanpa bantuan dari pihak manapun, ” tutup Beni, menegaskan komitmen mereka untuk terus berjuang atas dasar gotong royong komunitas.

RPK, lebih jauh disampaikan Beni, sudah tergabung secara resmi di Pemkab Boyolali sebagai relawan, secara kontinu anggota RPK juga mendapatkan pelatihan ketrampilan, seperti untuk sopir ambulan, penanganan peristiwa maupun kebencanaan.

Sejak awal didirikan, komitmen RPK adalah ikut menjaga kesejahteraan dan memajukan masyarakat Kebonbimo pada khususnya dan secara umum untuk masyarakat Boyolali.

RPK siap berpihak pada masyarakat yang membutuhkan, disampin setia menjaga ekosistem lingkungan dan sosial kemasyarakatan wilayah Boyolali secara umum. (*/ian) 

banner 336x280