Wawali Solo Astrid Widayani
JATENGONLINE, SOLO – Gelaran REI Expo 4 2025 agenda rutin Real Estate Indonesia Komisariat Solo Raya dilaksanakan di Atrium Solo Paragon Lifestylemall, mulai 5 Hingga 14 Desember 2025
Pameran properti diklaim terbesar ditahun 2025 ini optimis diselenggarakan dalam situasi cukup menantang dalam perkembangan ekonomi khususnya bisnis properti tetap ada celah bisnis meskipun kondisi daya beli masyarakat yang saat ini belum baik-baik saja.
“Ini menjadi inspirasi bersama, bahwa pameran properti terbesar di wilayah seluruh rakyat tidak sekedar menjadi ajang untuk transaksi, tetapi bagaimana menjadi barometer kualitas ekonomi kota dan segala optimisme, khususnya untuk pertumbuhan pembangunan di wilayah Surakarta,” kata Astrid.

REI Solo Raya, lanjut Mbak Wawali, memberikan perhatian besar dalam menerima program unggulan pemerintah Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran yaitu program penyediaan 3 juta unit rumah
terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR.
“Pemerintah daerah kepada rakyat, juga menyatukan komitmen, bagaimana REI juga mendukung ketersediaan hunian yang layak, terjangkau, dan merata yang merupakan pilar penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pertumbuhan kota yang inklusif dan berkembang,” imbuh Wakil Walikota.
Maka kontribusi REI dalam menyediakan hunian bagi MBR sangat-sangat di apresiasi dan diharapkan bisa semakin kuat dari tahun ke tahun. Sebagaimana dipahami bersama bahwa sektor properti
memiliki peran grafis bagi roda dan bendera ekonomi. Namun kita juga sama-sama tahu, di semua sektor saat ini ekonomi juga memiliki tantangannya masing-masing,
khususnya di bidang daya beli.
“Dan adanya perubahan konsumen saat ini yang ada di masyarakat. Perlu kita jawab, maka bagaimana properti atau perumahan yang sudah terbukti bisa menggerakkan lebih dari 100 subsektor industri, mulai dari konstruksi, material pembangunan, kemudian perbankan, tenaga kerja, bahkan hingga UMKM, maka perlu kita dukung bersama. Ketika sektor properti tumbuh, ekonomi daerah juga akan bergerak dengan cepat. Maka kami dari pemerintah kota Surakarta ingin selalu memberikan dukungan yang diperlukan agar sektor ini terus berkembang. Kami ingin mendorong kemudahan perizinan, perencanaan proses layanan dan peningkatan ekonomi investasi agar Surakarta semakin kondusif bagi para pengembang dan investor.” tegas Astrid.

Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD REI Jawa Tengah, Anthony AH. Prasetyo menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada REI Komisariat Solo Raya,
di mana di tengah-tengah kondisi penjualan yang begitu berat, masih bereskpresi, menampilkan karya-karya yang terbaik, memberikan yang terbaik bagi masyarakat dengan menggelar pameran ini.
“Kalau kita review dari pameran pertama sampai keempat, yang digelar oleh REI Komisariat Solo Raya memberikan semangat dari pameran pertama sampai keempat, bisa memajinasi secara presisi. Sehingga semangatnya bisa diterapkan dan membantu dalam melaksanakan pameran ini.” kata Anthony.
Ditambahkan Ketua REI Komisariat Solo Raya Oma Nuryanto, expo REI Solo Raya memanfaatkan momentum insentif dari pemerintah serta berbagai promo yang bakal dinikmati pembeli rumah. Banyak closing, banyak booking dan banyak akad.

“Kini suku bunga dipathok antara 5 hingga 7 persen. Ini bisa dimanfaatkan untuk calon pembeli mendapatkan cuan,” katanya
Sisi lain, program Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP) sebesar 11 persen untuk properti komersial menjadi daya tarik utama, diyakini mampu merangsang daya beli masyarakat sebelum program berakhir di akhir tahun. Oma Nuryanto menghimbau masyarakat agar memanfaatkan momentum kesempatan free PPN DTP 11 persen yang ditanggung pemerintah.
Pemerintah mendorong masyarakat untuk memanfaatkan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) 100% dalam pembelian properti baru, bukan 11%. Program ini diperpanjang hingga akhir Desember 2025, dan bahkan direncanakan berlanjut hingga 2027, untuk mendorong pertumbuhan sektor properti.
Besaran Insentif: PPN yang ditanggung pemerintah adalah 100% dari nilai transaksi, bukan 11%. Tarif PPN umum sebesar 11% tetap berlaku, tetapi kewajiban pembayaran PPN untuk pembelian rumah tertentu ditanggung oleh pemerintah.
Jangka Waktu: Insentif ini berlaku hingga 31 Desember 2025. Pemerintah berharap masyarakat dapat memanfaatkan momentum ini untuk memiliki rumah sekaligus mendukung ekonomi nasional.
Insentif ini diberikan untuk pembelian rumah tapak atau satuan rumah susun baru dengan harga jual maksimum Rp 5 miliar (dengan pengenaan PPN maksimal Rp 2 miliar).
Insentif ini hanya dapat dimanfaatkan satu kali oleh satu orang pribadi untuk satu unit rumah yang telah mendapatkan Kode Identitas Rumah (KIR) dari aplikasi Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (Sikumbang).
Untuk perumahan subsidi, yang harga jualnya saat ini dipathok Rp 166 juta juga memiliki peminat cukup tinggi, terutama dari kalangan pembeli rumah pertama.
Di pameran properti terbesar yang diadakan oleh Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Solo Raya di Paragon Mall bakal berlangsung meriah. Pengembang menjanjikan diskon besar-besaran, potongan harga bervariasi serta hadiah langsung seperti elektronik seperti televisi dan AC. (*/ian)























