Pelatihan Duta Adipangastuti Solo Bersimfoni Dirancang Saling Melengkapi, Guru Perancang Pembelajaran Kreatif dan Peserta Didik Sebagai Agen Perubahan Penguatan Nilai Budaya & Toleransi

Berita, Pendidikan813 Views
banner 468x60

Membangun Toleransi Untuk Negeri Se-Jawa Tengah Tahun 2025. Pelatihan Pengembangan Kompetensi Guru & Pelatihan Duta Adipangastuti Solo Berimfoni

JATENGONLINE, SOLO Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam dunia pendidikan semakin pesat dan menuntut kompetensi baru bagi guru serta peserta didik. Data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2021 menunjukkan bahwa sekitar 60% guru di Indonesia masih memiliki keterbatasan dalam penguasaan TIK sehingga berdampak pada efektivitas pembelajaran digital.

banner 336x280

Kebijakan Merdeka Belajar membuka ruang bagi guru untuk meningkatkan kompetensi melalui platform digital seperti Merdeka Mengajar, namun masih banyak guru yang belum memperoleh pelatihan mendalam khususnya dalam pembuatan konten kreatif seperti reels dan video pembelajaran.

M. Farid Sunarto, S.Pd., M.Si. Ketua Solo Bersimfoni menyampaikan, berbagai penelitian menunjukkan bahwa media audio visual meningkatkan pemahaman, dan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Penguasaan keterampilan seperti storytelling, teknik pengambilan gambar, editing, serta pemahaman audiens menjadi sangat penting agar konten pembelajaran efektif dan menarik.

Di sisi lain, upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, berkarakter, dan bebas kekerasan terus dilakukan melalui program Sekolah Adipangastuti, sebuah model sekolah toleran berbasis budaya (hasthalaku) yang diinisiasi Solo Bersimfoni bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sejak 2019 hingga 2025, sebanyak 67 SMA di Jawa Tengah telah menerapkan program ini.

“Hasthalaku yang terdiri dari delapan nilai budaya Jawa, gotong royong, graprak semanak, guyub rukun, lembah manah, ewuh pekewuh, pangerten, andhap asor, dan tepa selira, dikembangkan untuk memperkuat karakter peserta didik sebagai agen perubahan.” jelas Farid.

Pembentukan Duta Adipangastuti di setiap sekolah merupakan strategi untuk memperluas kampanye nilai-nilai toleransi, budaya positif, dan pencegahan kekerasan sesuai SE No.14 Tahun 2025 tentang Gerakan Anak Indonesia Hebat oleh Kemendikdasmen RI.

“Baik guru maupun peserta didik memiliki peran strategis dalam keberhasilan program Sekolah Adipangastuti. Guru membutuhkan penguatan kompetensi TIK dan konten kreatif, sementara peserta didik (Duta Adipangastuti) membutuhkan penguatan kapasitas kampanye sosial, internalisasi nilai-nilai hasthalaku, dan kepemimpinan berbasis karakter.” katanya.

Pelaksanaan dua pelatihan, yakni Pelatihan Pengembangan Kompetensi Guru serta Pelatihan Duta Adipangastuti, yang diselenggarakan secara terpadu dalam satu rangkaian kegiatan untuk memperkuat kualitas pendidikan, karakter, dan budaya positif di seluruh SMA pelaksana Sekolah Adipangastuti di Jawa Tengah.

TUJUAN KEGIATAN
Tujuan Pelatihan Kompetensi Guru yakni, Mengajarkan guru merancang konten pembelajaran sesuai prinsip pedagogi modern. Meningkatkan penguasaan guru dalam pemanfaatan TIK dan media kreatif. Mengembangkan kemampuan produksi konten (storyline, pengambilan gambar, editing, distribusi). Menghasilkan lesson plan terdiferensiasi lengkap dengan konten kreatif.

Tujuan Pelatihan Duta Adipangastuti yakni, Meningkatkan pemahaman nilai hasthalaku sebagai dasar pembentukan karakter dan budaya positif di sekolah. Mengembangkan keterampilan kampanye sosial nilai-nilai toleransi, baik online maupun offline. Memperkuat jejaring Duta Adipangastuti se-Jawa Tengah. Mendorong perancangan dan implementasi kegiatan berbasis nilai hasthalaku oleh siswa. Memperkuat kolaborasi antar sekolah pelaksana program.

SASARAN/PESERTA
Peserta Pelatihan Kompetensi Guru yakni, 67 SMA pelaksana Sekolah Adipangastuti se-Jawa Tengah.

Peserta Pelatihan Duta Adipangastuti meliputi, Setiap SMA pelaksana Sekolah Adipangastuti wajib mengirimkan 1 (satu) siswa, laki-laki atau Perempuan

Narasumber berkompeten dibidangnya seperti, BNPT RI, Wakil Walikota Surakarta, M. Farid Sunarto, S.Pd., M.Si. – Ketua Solo Bersimfoni, Prof. Agung Nur Probohudono, Ph.D., Ak. CA., CFr.A. – Direktur Program Solo Bersimfoni, Era Wijaya – Content Creator Solo

Pelaksanaan pelatihan selama dua hari Selasa-Rabu, 9-10 Desember 2025, Tempat Hotel Asia Solo, Jl. Monginsidi No. 1, Tegalharjo, Jebres, Surakarta.

Penguatan nilai-nilai hasthalaku dan Sekolah Adipangastuti meliputi Kepemimpinan Perempuan. Perdamaian dan Toleransi. Resilience Impact Leadhership. Content Creator, dan Walking Tolerance Tour.

Kedua pelatihan ini dirancang saling untuk melengkapi, guru sebagai perancang pembelajaran kreatif dan peserta didik sebagai agen perubahannya dalam penguatan nilai budaya dan toleransi.

“Dengan melibatkan 67 SMA pelaksana Sekolah Adipangastuti se-Jawa Tengah, kegiatan ini diharapkan meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat budaya positif, serta menciptakan ekosistem sekolah yang aman, inklusif, kreatif, dan berdaya saing.” pungkas Farid. (*/ian)

banner 336x280