Silaturahmi & Halal Bihalal, Fadli Zon: Keraton Surakarta Sebagai Paku Bumi Tanah Jawa dan Penjaga Nyawa Budaya Jawa

Berita, Nasional353 Views
banner 468x60

JATENGONLINE, SOLO – Keluarga besar keraton Surakarta Hadiningrat menggelar silaturahmi dan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H yang dihadiri langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Prof. (Hon) Dr. Fadli Zon, S.S., M.Sc.

Pada acara yang berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh kekeluargaan itu digelar di Sasana Handrawina, Kamis (26/3/2026).

banner 336x280

Sementara itu, kehadiran Menteri Kebudayaan turut didampingi jajaran pejabat teras, di antaranya Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Dr. Restu Gunawan, M.Hum, serta sejumlah Staf Khusus Menteri. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, KGPH Hangabehi, jajaran putra-putri Sawarga Paku Buwono (PB) XII, PB XIII, PB IX, Forkopimda Surakarta, serta kerabat keraton.

Menteri Kebudayaan saat bersalam-salaman dengan para kerabat keraton Surakarta

Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam sambutannya menyampaikan, mengapresiasi peran vital Keraton Surakarta sebagai penjaga nyawa budaya Jawa dan nilai-nilai tradisi bangsa. Ia menyebut keraton sebagai “Paku Bumi” di tanah Jawa yang memiliki sejarah panjang sejak era Amangkurat hingga Paku Buwono XIII.

“Silaturahmi ini menjadi momentum kerukunan dan keguyuban. Upaya revitalisasi keraton merupakan amanat Undang-Undang Cagar Budaya dan harus didukung semua pihak demi kemaslahatan bersama,” harap Fadli Zon.

Panembahan Agung Tedjowulan

Keraton akan bertransformasi menjadi pusat kegiatan budaya yang lebih hidup. Keraton bisa menjadi magnet wisata sejarah, religius, kuliner, hingga wawawasan nusantara seperti kain tradisional.

“Ekspresi budayanya sangat luas untuk dikembangkan,” tambah Menteri Kebudayaan, memproyeksikan pasca-revitalisasi.

KGPH Panembahan Agung Tedjowulan dalam sambutannya, menekankan pentingnya persatuan internal keluarga besar keraton. Mengajak seluruh kerabat menjadikan Idul Fitri sebagai momentum untuk saling merangkul dan kompak.

Menteri Kebudayaan saat mengunjungi Museum Keraton Surakarta

“Saya mengajak kita semua untuk meletakkan ego masing-masing. Kepentingan Keraton Kasunanan Surakarta harus berada di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” tegas Gusti Tejowulan.

Lebih lanjut disampaikan Gusti Tedjowulan, terkait teknis pembangunan, bahwa program kerja revitalisasi lanjutan untuk tahun 2026 telah disusun. Rencananya mencakup evaluasi kondisi terkini hingga proyeksi lima tahun ke depan, termasuk pembentukan yayasan untuk transparansi pengelolaan dana.

“Kami siapkan perencanaan untuk segera diajukan secara autentik kepada DPR RI. Ini langkah penting untuk masa depan keraton,” jelas Gusti Tedjo.

Tinjau Keraton Kilen dan Museum  – Usai acara Halal bi Halal, Menteri Fadli Zon menyempatkan diri melakukan peninjauan lapangan. Didampingi jajaran keraton, untuk melihat langsung kondisi Keraton Kilen yang telah disiapkan untuk tahap revitalisasi awal. Selain itu, rombongan juga meninjau area museum keraton yang pembangunannya belum tuntas.

Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus mengawal pemugaran fisik dan penguatan nilai budaya di Keraton Surakarta sebagai salah satu aset sejarah paling berharga milik Indonesia. (*/ian) 

banner 336x280