Astrid Widayani: Kepemimpinan Organisasi Kepemudaan, Pimpinan Bukan Sekadar Jabatan, Tapi Memberi Inspirasi dan Solusi 

Berita, Solo Raya458 Views
banner 468x60

JATENGONLINE, SOLO – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Surakarta secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Muda yang mengangkat tema “Pemimpin Muda, Berkarakter, Kolaborasi, Berdampak”. Acara yang menjadi wadah pengembangan potensi generasi muda ini berlangsung selama dua hari, Kamis-Jumat (18-19/6/2026), bertempat di Riyadi Palace Hotel, Solo.

Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Wakil Walikota Solo, Astrid Widayani sekaligus sebagai pemateri utama. Dalam paparannya “Kepemimpinan Dalam Organisasi Kepemudaan”.

banner 336x280

Dengan perspektif Astrid Widayani yang dikenal sebagai sosok akademisi, praktisi pendidikan, dan tokoh muda yang inovatif, menyampaikan kerangka materi yang strategis, inspiratif, dan relevan dengan tantangan kepemimpinan saat ini.

Definisi Kepemimpinan di Era Disrupsi
Kepemimpinan Bukan Sekadar Jabatan, menekankan bahwa kepemimpinan adalah influence (pengaruh), bukan sekadar posisi struktural dalam organisasi. Pemuda adalah agent of change (agen perubahan) sekaligus agent of development (agen pembangunan).

“Organisasi kepemudaan adalah laboratorium untuk mengasah soft skills sebelum terjun ke masyarakat yang lebih luas.” katanya.

Astrid menekankan pentingnya peran anak muda sebagai motor penggerak perubahan di Kota Solo. Ia berharap melalui pelatihan ini, para peserta tidak hanya memiliki kemampuan manajerial, tetapi juga integritas dan semangat kolaborasi yang kuat.

“Seorang pemimpin muda tidak hanya dinilai dari seberapa besar pengaruhnya, tetapi dari seberapa besar dampak positif yang diberikan kepada masyarakat. Kolaborasi adalah kunci utama untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin dinamis,” ujar Astrid.

Pelatihan ini dirancang untuk membekali para pemuda dengan berbagai kompetensi strategis, antara lain Penguatan Karakter: Membangun kepemimpinan yang berlandaskan pada etika, integritas, dan tanggung jawab sosial. Semangat Kolaborasi: Mendorong sinergi antarorganisasi pemuda untuk menciptakan ekosistem kerja sama yang sehat dan produktif. Orientasi Dampak: Memberikan pemahaman praktis bagaimana mengelola program yang solutif dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Solo, Rini Kusumandari menabahkan, jika peserta pelatihan ini terdiri dari perwakilan organisasi kepemudaan, komunitas kreatif, serta pelajar dan mahasiswa berprestasi dari berbagai wilayah di Solo.

“Kami ingin mencetak kader pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga memiliki kepekaan sosial. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan akan muncul inovasi-inovasi baru dari anak muda Solo untuk kemajuan kota kita,” ungkap Rini.

Kegiatan selama dua hari ini diisi dengan berbagai sesi diskusi interaktif, simulasi kepemimpinan, hingga paparan materi dari praktisi kepemimpinan yang berpengalaman. Para peserta diajak untuk memetakan tantangan lokal dan menyusun strategi kolaboratif yang nantinya dapat diimplementasikan secara konkret di masyarakat.

Melalui inisiatif ini, Pemerintah Kota Solo berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan kapasitas pemuda sebagai aset bangsa yang akan meneruskan tongkat estafet pembangunan di masa depan.

Selain Wakil Walikota Solo Astrid Widayani pemateri di hari pertama ada Dema Vena selaku Service Preneur, B2C Consultant Customer Experience.

Dihari kedua menampilkan Best Practice Pemimpin Organisasi dengan materi Pengembangan Diri dan Public Speaking menghadirkan John Pieter dari Junior Chamber International (JCI) Chapter Solo dan Ferry Septha Indrianto Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Solo menyampaikan materi Manajemen Konflik dan Teknik Pemecahan Masalah. (*/ian)

 

banner 336x280