JATENGONLINE, TEGAL – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Tegal bersama Pemerintah Kota Pekalongan menggelar kegiatan “Panen Demfarm Smart Farming Padi Biosalin dan Penyerahan Wakaf Produktif untuk Kemandirian Pangan Benih Padi Unggulan” di Kelurahan Degayu, Pekalongan Utara.
Acara ini dihadiri langsung oleh Walikota Pekalongan H. Achmad Afzan Arslan Djunaid, S.E., M.M., unsur Forkopimda, lembaga daerah, Masyarakat Ekonomi Syariah Pekalongan, Dompet Dhuafa Jateng, serta kelompok tani setempat.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen lintas instansi dalam mengatasi dampak perubahan iklim dan mengoptimalkan kembali lahan salin bekas rob menjadi lahan baku sawah yang produktif guna mendukung swasembada beras nasional.
Pada program Demfarm tahun 2026 ini, KPwBI Tegal memperluas areal percontohan menjadi 3,5 hektare dengan menerapkan teknologi Climate-Smart Agriculture (CSA) secara terintegrasi. Langkah perbaikan diawali dari remediasi lahan menggunakan campuran biochar, dekomposer, dan pupuk kompos kohe untuk memulihkan kesuburan tanah lahan eks rob.
Selanjutnya, dimanfaatkan varietas padi tahan salin seperti Biosalin 1, Biosalin 2, dan IPB 11S BePe. Dukungan modernisasi pertanian juga diterapkan secara komprehensif melalui mekanisasi traktor tangan dan rice transplanter, hingga digital farming berbasis sensor tanah real-time serta drone sprayer untukmeningkatkan efisiensi dan akurasi input pertanian.
Guna menjawab tantangan keterbatasan ketersediaan benih tahan salin, pada tahun 2026 ini juga diinisiasi program pengembangan kemandirian benih mandiri. Berkolaborasi dengan Balai Pengawas dan Sertifikasi Benih (BPSB) Jawa Tengah, pendaftaran sertifikasi benih varietas Biosalin 1 berstandar komersial ditargetkan mampu menghasilkan 800 hingga 1.000 kg benih sebar bersertifikat.
Hasil produksi benih mandiri ini diproyeksikan dapat mencukupi kebutuhan luas tanam antara 35 hingga 40 hektare di area Pekalongan dan sekitarnya secara konsisten dan berkelanjutan.
Tidak hanya pada aspek teknologi dan produksi, program ini turut mengintegrasikan nilai-nilai ekonomi syariah dan green economy melalui penyerahan program wakaf produktif sebesar Rp74 juta.
Dana yang dihimpun melalui kegiatan Syafaat x Bubur Suro 2026 ini merupakan hasil sinergi antara KPwBI Tegal, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan, MES Kota Pekalongan, dan Dompet Dhuafa Jateng. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat dampak sosial ekonomi masyarakat, membuka peluang penghidupan baru bagi petani, serta memacu pertumbuhan ekonomi daerah.
Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak dan pemangku kepentingan yang terlibat. Harapan kedepan, keberhasilan percontohan (pilot project) Demfarm di Kelurahan Degayu ini dapat direplikasi di kawasan pesisir lainnya yang menghadapi tantangan serupa. Dengan keberlanjutan sinergi dan penguatan kapasitas petani, program ini diharapkan dapat menjaga ketahanan pangan dan kemandirian benih secara jangka panjang. (*/ian)























