Godrej dan Childcare di Tempat Kerja: Ketika Dukungan bagi Perempuan Menjadi Strategi Bisnis

Berita39 Views
banner 468x60

Jakarta — Ketika perempuan memasuki dunia kerja, tantangan yang mereka hadapi tidak selalu berhenti pada kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan. Bagi banyak orang tua yang bekerja, terutama perempuan dengan anak kecil, kemampuan untuk menyeimbangkan tanggung jawab profesional dengan pengasuhan anak dapat menjadi faktor penting yang menentukan apakah mereka dapat bertahan dan berkembang dalam karier.

Di tengah persoalan tersebut, dukungan pengasuhan anak dari perusahaan atau employer-supported childcare semakin dipandang sebagai bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan ramah keluarga. Salah satu contohnya datang dari Godrej Consumer Products Indonesia (GCPI), yang mengembangkan dukungan pengasuhan anak sebagai bagian dari upaya membantu karyawan menyeimbangkan tanggung jawab keluarga dan pekerjaan.

banner 336x280

Perjalanan tersebut bukan baru dimulai dengan hadirnya fasilitas daycare permanen. Sejak 2017, tim Godrej di Indonesia telah menyediakan pop-up daycare selama periode libur Idul Fitri untuk membantu orang tua yang bekerja menghadapi salah satu periode dengan kebutuhan pengasuhan yang tinggi.

Pendekatan tersebut kemudian berkembang menjadi model yang lebih permanen. Pada Juni 2025, GCPI meresmikan iPLAY at Godrej, fasilitas daycare permanen di lokasi kerja perusahaan di Halim, Jakarta Timur. Inisiatif ini dikembangkan sebagai bagian dari upaya membangun tempat kerja yang lebih ramah keluarga dan mendukung orang tua untuk tetap menjalankan karir sekaligus memenuhi kebutuhan pengasuhan anak.

Dari Pop-Up Daycare ke Fasilitas Permanen

Dukungan childcare Godrej tidak dimulai dari pembangunan fasilitas permanen. Sejak 2017, tim GCPI di Indonesia telah menyediakan pop-up daycare selama libur Idul Fitri, memberikan alternatif pengasuhan sementara bagi karyawan yang tetap harus bekerja selama periode tersebut.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan perusahaan dalam memahami kebutuhan orang tua yang bekerja dan bagaimana perusahaan dapat memberikan dukungan yang lebih praktis.

Hadirnya iPLAY kemudian membawa pendekatan tersebut ke tahap yang lebih terstruktur. Berlokasi di kantor pusat GCPI di Halim, Jakarta Timur, fasilitas ini dirancang sebagai ruang yang aman dan edukatif bagi anak-anak ketika orang tua mereka bekerja. Fasilitas tersebut dikelola oleh mitra profesional dan juga terbuka bagi anak-anak karyawan maupun pekerja dari gedung perkantoran di sekitarnya, dengan pilihan layanan harian, mingguan, dan bulanan.

iPLAY juga dilengkapi dengan sistem keamanan, alat permainan dan materi edukasi, serta makanan bergizi yang disesuaikan dengan kebutuhan anak. Dengan demikian, fasilitas ini tidak hanya diposisikan sebagai tempat penitipan anak, tetapi sebagai bagian dari sistem dukungan yang membantu orang tua bekerja dengan lebih tenang.

Mengapa Childcare Penting bagi Perempuan di Dunia Kerja?

Bagi pekerja yang memiliki anak, tanggung jawab pengasuhan dapat mempengaruhi keputusan untuk tetap bekerja, mengurangi jam kerja, atau bahkan meninggalkan dunia kerja. Tanpa dukungan yang memadai, beban pengasuhan juga dapat lebih banyak ditanggung oleh perempuan, sehingga menciptakan hambatan tambahan bagi keberlanjutan dan perkembangan karier mereka.

Indonesian Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) menilai employer-supported childcare dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu pekerja yang memiliki anak menjalankan tanggung jawab pekerjaan secara lebih maksimal. Dukungan tersebut juga memiliki manfaat strategis bagi perusahaan, mulai dari meningkatkan keterlibatan dan produktivitas karyawan hingga membantu mempertahankan talenta.

Dalam konteks ini, onsite daycare bukan sekadar fasilitas tambahan bagi karyawan. Ketika menjadi bagian dari kebijakan workplace care yang lebih luas, childcare dapat membantu menciptakan lingkungan kerja yang memungkinkan orang tua tetap produktif tanpa harus mengabaikan kebutuhan anak.

iPLAY sebagai Bagian dari Kebijakan Ramah Keluarga

Bagi GCPI, childcare bukanlah kebijakan yang berdiri sendiri.

Perusahaan juga menyediakan berbagai kebijakan yang mendukung orang tua, termasuk cuti melahirkan selama enam bulan, cuti ayah selama delapan minggu, cuti adopsi, cuti bagi karyawan yang mengalami keguguran atau stillbirth, bantuan finansial untuk program IVF, serta akses terhadap Employee Assistance Program (EAP).

GCPI juga menyediakan pengaturan kerja yang fleksibel, program reintegrasi setelah cuti melahirkan, serta dukungan perjalanan bisnis bagi orang tua yang memiliki bayi berusia 0 hingga 12 bulan dan perlu membawa pengasuh.

Di tingkat global, Godrej juga menempatkan konsep equal parenting sebagai bagian dari kebijakan perusahaan. Godrej menyediakan manfaat childcare bagi orang tua biologis maupun adopsi, cuti berbayar bagi primary caregivers, opsi kerja fleksibel setelah kembali bekerja, serta dukungan bagi secondary caregivers.

Membangun Model Berdasarkan Kebutuhan Karyawan

Pengembangan model childcare Godrej juga didasarkan pada kebutuhan karyawan.

Perusahaan menggunakan masukan dari survei karyawan dan focus group dalam mengembangkan model childcare bersama IBCWE. Perusahaan kemudian bermitra dengan Montessori Preschool and Daycare yang terakreditasi oleh Association Montessori Internationale (AMI).

Pendekatan berbasis masukan karyawan tersebut penting karena kebutuhan pengasuhan dapat berbeda antara satu tempat kerja dan tempat kerja lainnya. IBCWE sendiri menekankan bahwa solusi employer-supported childcare tidak dapat diterapkan dengan pendekatan yang sama untuk semua perusahaan. Kebutuhan perusahaan perkantoran, manufaktur, pertambangan, perkebunan, maupun sektor lainnya dapat berbeda, sehingga dukungan perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pekerja.

Dengan melibatkan karyawan sejak tahap pengembangan, perusahaan dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai tantangan yang mereka hadapi dan bentuk dukungan yang paling relevan.

Kolaborasi untuk Mendorong Perubahan

Hadirnya iPLAY juga menjadi bagian dari percakapan yang lebih luas mengenai employer-supported childcare di Indonesia.

IBCWE dan Investing in Women sebelumnya telah bekerja sama dalam mendorong perusahaan untuk mengembangkan berbagai model dukungan childcare. Pada 2024, keduanya menerbitkan panduan employer-supported childcare yang memberikan pilihan bagi perusahaan, mulai dari fasilitas penitipan anak permanen atau sementara hingga dukungan tidak langsung seperti subsidi childcare.

Dalam konteks tersebut, pengalaman Godrej dapat menjadi contoh bagaimana perusahaan dapat bergerak dari dukungan childcare yang bersifat sementara menuju model yang lebih permanen dan terintegrasi dengan kebijakan ramah keluarga.

Saat peresmian iPLAY pada Juni 2025 lalu, perwakilan pemerintah, sektor swasta, APINDO, IBCWE, Investing in Women, serta berbagai mitra turut hadir dalam forum yang membahas pentingnya employer-supported childcare dan penerapannya di dunia kerja.

Kolaborasi lintas sektor tersebut menunjukkan bahwa persoalan childcare tidak lagi semata-mata dipandang sebagai urusan keluarga. Pengasuhan juga berkaitan dengan ketenagakerjaan, kesetaraan gender, produktivitas, serta partisipasi perempuan dalam perekonomian.

Mendukung Ekonomi Perawatan di Indonesia

Pembahasan mengenai childcare menjadi semakin penting seiring meningkatnya perhatian terhadap care economy atau ekonomi perawatan di Indonesia.

Bagi Godrej, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa perusahaan dapat mengambil peran langsung dalam membangun ekosistem yang lebih mendukung keluarga pekerja.

Ketika childcare dipandang sebagai bagian dari infrastruktur tempat kerja, bukan sekadar biaya tambahan, perusahaan dapat melihat manfaat yang lebih luas. Dukungan tersebut dapat membantu mempertahankan talenta, meningkatkan loyalitas karyawan, dan menciptakan lingkungan kerja yang memungkinkan perempuan terus berkembang dalam karir mereka.

Childcare sebagai Investasi Jangka Panjang

Pembicaraan mengenai kesetaraan gender di dunia kerja sering kali berfokus pada representasi perempuan, posisi kepemimpinan, dan kesetaraan upah. Namun, ada persoalan mendasar yang perlu diperhatikan terlebih dahulu, yaitu apakah perempuan dan orang tua yang bekerja memiliki dukungan yang memungkinkan mereka untuk tetap berada dalam dunia kerja.

Perjalanan Godrej dari pop-up daycare sejak 2017 hingga hadirnya iPLAY sebagai fasilitas daycare permanen menunjukkan bagaimana dukungan tersebut dapat berkembang dari waktu ke waktu.

Pengalaman tersebut juga memperlihatkan bahwa childcare akan lebih efektif ketika menjadi bagian dari kebijakan ramah keluarga yang lebih luas. Cuti orang tua, fleksibilitas kerja, dukungan bagi caregiver, dan fasilitas daycare dapat saling melengkapi untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih berkelanjutan.

Bagi perusahaan, manfaatnya tidak berhenti pada membantu karyawan mengelola kehidupan keluarga. Dukungan terhadap orang tua yang bekerja juga dapat berkontribusi terhadap retensi talenta, keterlibatan karyawan, produktivitas, dan terciptanya lingkungan kerja yang lebih inklusif.

Pada akhirnya, dukungan terhadap childcare bukan hanya tentang menyediakan tempat bagi anak selama orang tua bekerja. Ini adalah tentang menciptakan dunia kerja yang memahami bahwa kesejahteraan karyawan, tanggung jawab keluarga, dan produktivitas profesional saling berkaitan.

Melalui iPLAY, Godrej menunjukkan bagaimana perusahaan dapat mengambil peran konkret dalam membangun tempat kerja yang lebih ramah keluarga, sekaligus berkontribusi pada perkembangan ekonomi perawatan di Indonesia. Jika model seperti ini semakin banyak diadopsi oleh perusahaan lain, childcare dapat menjadi bagian penting dari perubahan menuju dunia kerja yang memungkinkan orang tua, khususnya perempuan, berkembang tanpa harus memilih antara keluarga dan karier.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *