Rektor ISI Surakarta, Dr. Bondet Wrahatnala, S.Sos., M.Sn
JATENGONLINE, SOLO – Institut Seni Indonesia Surakarta memahami situasi yang berkembang di masyarakat ketika melihat potongan video yang beredar dari kegiatan penutupan kegiatan EXPO UKM 2026 pada tanggal 21 Agustus 2026, memperlihatkan kegiatan yang tidak selayaknya dilakukan di ruang publik apalagi di dalam Pendopo ISI Surakarta.
Rektor ISI Surakarta, Dr. Bondet Wrahatnala, S.Sos., M.Sn. dalam hal ini memandang serius dan menyatakan sikap tegas terhadap laporan dari internal, alumni, dan masyarakat terkait video beredar di media sosial yang melibatkan mahasiswa ISI Surakarta sebagaimana yang sudah berkembang di ruang publik.
Atas nama ISI Surakarta, Bondet Wrahatnala kembali menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya atas apa yang terjadi dan menyampaikan hasil investigasi yang sudah dilakukan pada hari Sabtu 22 Agustus 2026 dan rapat pimpinan untuk mengambil kebijakan dalam mengambil keputusan atas sanksi yang sepantasnya diberikan sesuai peraturan yang berlaku, pada hari Senin, 24 Agustus 2026, dalam konferensi pers di Ruang Rapat II Rektorta ISI Surakarta, Senin, 24/08/2026.
Komite Etik Mahasiswa Pertama, ISI Surakarta akan membentuk Komite Etik Mahasiswa yang akan bekerjasama dengan Satgas PPKPT (Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi) untuk melakukan investigasi terkait dengan kejadian yang muncul pada saat itu. Tepatnya pada hari Jumat, tanggal 21 Agustus, pada acara Expo UKM 2026.
Di mana hari itu sebenarnya acara sudah selesai, Video beredar diambil dari euforia panitia dan peserta yang masih hadir yang beberapa di luar kendali dan disorot oleh pengunggah video.
Tidak menutup kemungkinan nanti akan memberikan sanksi pada pihak-pihak yang terlibat atas dasar keputusan dari Komite Etik Mahasiswa. ISI Surakarta masih punya Peraturan Rektor No 5839 Tahun 2015 Tentang Tata Perilaku Mahasiswa ISI Surakarta yang masih relevan dan tentunya juga harus melibatkan Satgas PPKPT ISI Surakarta yang terhubung dan berkolaborasi, dan pada akhirnya akan memberikan sanksi-sanksi terkait dengan perilaku mahasiswa yang dianggap melanggar etika.
Komitmen ISI Surakarta Kedua, ISI Surakarta berkomitmen untuk menjaga nilai-nilai luhur budaya Nusantara, adab, dan etika. Oleh karena itu sebagaimana kemarin sudah disampaikan, ISI Surakarta akan melaksanakan Studium General pada tanggal 28 Agustus yang akan membahas atau menyampaikan nilai-nilai budaya bagi mahasiswa baru terutama yang akan kita adakan mahasiswa baru Kemudian kita juga akan memberikan penguatan-penguatan bagi beberapa mata kuliah yang ada di ISI Surakarta seperti Wawasan Budaya Nusantara, Estetika Nusantara.
Tidak hanya untuk mahasiswa baru, tentunya juga untuk ke mahasiswa lama termasuk dosen, tenaga kependidikan akan kita berikan penguatan-penguatan tentang hal tersebut yang nilai-nilainya memang wajib dipahami oleh seluruh sivitas akademika.
Evaluasi Menyeluruh Ketiga, ISI Surakarta sangat berterima kasih dan mengapresiasi kepedulian juga antusias masyarakat terhadap hal-hal yang terjadi di ISI Surakarta. Ini berarti menunjukkan masih banyaknya masyarakat yang menunjukkan komitmennya untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya di Nusantara.

Selanjutnya ISI Surakarta akan melakukan evaluasi menyeluruh berkait dengan perlaksanaan seluruh kegiatan kemahasiswa yang ada di ISI Surakarta. Termasuk yang sudah menjadi laporan resmi di link laporan Satgas PPKPT.
Satu hal lagi ditambahkan Dekan Fakultas Seni Pertunjukan, Dr. Aris Setiawan, S.Sn., M.Sn., bahwa kejadian tersebut mohon untuk tidak menjastifikasi bahwa yang sebagai kesalahan mahasiswa baru, dalam konteks ini mereka masih baru mengenal, dan masih banyak yang harus dipelajari, oleh karena itulah kemudian ISI surakarta berkomitmen untuk menyelenggaran Kuliah Umum dengan menghadirkan Prof. Dr. Soetarno, DEA. Guru Besar Jurusan Pedalangan yang juga merupakan salah satu tokoh yang berjasa dalam berdirinya ISI Surakarta. (*/ian)






















