JATENGONLINE, SOLO – Dalam upaya menjaga performa dan ketahanan mesin sepeda motor jangka panjang, Astra Motor kembali mengedukasi pelanggan di wilayah Solo Raya mengenai pentingnya menggunakan pelumas referensi pabrikan (OEM). Melalui kampanye edukasi bertajuk “Mesin Awet, Pakai yang Direkomendasikan”, Astra Motor menekankan bahwa pemilihan oli bukan sekadar soal merek, melainkan kesesuaian spesifikasi teknis dengan desain mesin masing-masing unit.
Berdasarkan penjelasan dari tim teknisi Astra Motor, pelumas referensi pabrikan telah melalui serangkaian uji ketahanan dan kompatibilitas material yang ketat sebelum direkomendasikan. Viskositas, aditif anti-keausan, serta kemampuan dispersi kotoran dalam oli OEM dirancang khusus untuk melindungi komponen internal mesin seperti piston, silinder, dan sistem kopling basah pada motor matic maupun bebek.
Penggunaan pelumas non-referensi berisiko menyebabkan akumulasi kerak, keausan dini, hingga penurunan efisiensi bahan bakar karena ketidakcocokan formula dengan toleransi mesin.
Banyak kasus kerusakan mesin premature justru bermula dari kebiasaan mengganti oli dengan produk yang tidak sesuai rekomendasi. Pelumas referensi itu ibarat ‘darah’ yang diformulasikan khusus untuk tubuh mesin tertentu. Bukan semua oli bagus cocok untuk semua motor.
Astra Motor ingin pelanggan paham bahwa investasi kecil pada oli yang tepat akan menyelamatkan biaya besar di kemudian hari.
Selain aspek teknis, penggunaan pelumas referensi juga berdampak langsung pada validitas garansi mesin. Astra Motor mengingatkan bahwa klaim garansi dapat ditolak jika terbukti terjadi penggunaan pelumas yang tidak memenuhi standar pabrikan.
Oleh karena itu, setiap pembelian oli di bengkel resmi Astra Motor dilengkapi dengan catatan servis digital yang terintegrasi, memastikan riwayat perawatan tercatat rapi dan menjadi bukti pemeliharaan yang benar.
Kampanye edukasi ini juga disertai dengan promo pengecekan kondisi oli gratis bagi pelanggan yang membawa kendaraan ke bengkel resmi Astra Motor di Solo Raya. Teknisi akan memeriksa warna, kekentalan, dan tingkat kontaminasi oli lama, lalu memberikan rekomendasi penggantian berdasarkan kilometer tempuh dan kondisi berkendara harian pelanggan. Langkah proaktif ini diharapkan dapat mengubah persepsi masyarakat bahwa ganti oli hanyalah rutinitas administratif, menjadi menjadi bagian integral dari strategi perawatan preventif.
Bagi warga Solo Raya yang menginginkan mesin motornya tetap prima hingga puluhan ribu kilometer, pesan Astra Motor jelas: jangan kompromi soal pelumas. Gunakan yang direkomendasikan, rawat dengan disiplin, dan nikmati ketenangan berkendara tanpa khawatir kerusakan tak terduga. Karena mesin yang awet bukan keberuntungan—ia hasil dari pilihan yang tepat sejak awal.
- AHM Oil SPX 1 (10W-30, API SL, JASO MA): Diformulasikan khusus untuk motor tipe Sport dan Bebek (Cub) dengan kopling basah.
- AHM Oil SPX 2 (10W-30, API SL, JASO MB): Diformulasikan khusus untuk motor matik atau skuter (Kopling Kering) seperti Honda Beat, Scoopy, Vario, PCX, dan ADV.
- AHM Oil MPX 1 (10W-30, API SL, JASO MA): Untuk motor tipe Bebek dan Sport.
- AHM Oil MPX 2 (10W-30, API SJ, JASO MB): Untuk motor tipe Matik/Skuter.
- AHM Oil MPX 3 (20W-40, API SJ, JASO MA): Memiliki tingkat kekentalan tinggi (high viscosity), ditujukan untuk motor tipe Bebek dan Sport generasi lama yang memerlukan oli lebih tebal. (*/ian)



















