JATENGONLINE, SOLO – Usai resmi dilantik sebagai Ketua Gerakan Wanita Sejahtera (GWS) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Surakarta periode 2026–2031, Dra. Rusmiyati, M. Si Ketua Terpilih segera memaparkan peta jalan strategis organisasi.
“Pelantikan ini sekaligus tonggak baru untuk menentukan arah gerak GWS ke depan,” tegas Rusmiyati.
“Ini sudah lima tahun sehingga yang berikutnya sebenarnya ketua lama masih bisa tapi tidak bersedia sehingga ada ketua baru yang setelah aklamasi terpilih.” Dr. Hj. Dina Ali Hanafia Ketua DPW GWS Jawa Tengah
Harapannya, lanjut Dina Hanafia, GWS Surakarta bisa lebih maju daripada DPC-DPC yang lain, ditemui usai pelantikan pengurus GWS Surakarta, Jumat (16/10/2026).
Dalam prioritas kerjanya, sang ketua menegaskan empat pilar utama yang akan dijalankan secara masif, yakni
Capacity Building Anggota Tetap Prioritas Utama Program peningkatan kapasitas (capacity building) bagi anggota tidak akan berubah dan tetap menjadi fondasi utama. Hal ini penting agar kualitas sumber daya manusia di dalam GWS terus meningkat seiring dengan tantangan zaman.
Audensi Dinas & Kampanye Publik Intensif Menyadari bahwa GWS selama ini belum banyak dikenal masyarakat luas, ketua baru mencanangkan “Public Campaign” atau kampanye publik secara totalitas. Langkah konkret sudah dimulai bahkan sebelum pelantikan resmi, yaitu dengan menempatkan profil ketua, program kerja, dan kartu nama di gudibag dinas-dinas terkait.
“Tujuannya adalah memperkenalkan GWS. Kalau tidak kenal, mereka tidak akan bisa bekerja sama,” tegasnya.
Sasaran utama pendekatan ini adalah pemerintah daerah sebagai pemangku kepentingan yang memiliki problematika masyarakat. GWS diposisikan sebagai mitra strategis untuk membantu keberhasilan program pemerintah.

Ia berharap pemerintah dapat mengulurkan tangan dan memberikan dukungan terhadap potensi ahli yang dimiliki GWS, mulai dari ekspert pembukuan, pemberdayaan perempuan, pengolahan limbah, hingga pengolahan makanan lokal.
Sosialisasi Massal ke Masyarakat Selain ke dinas, sosialisasi juga digencarkan ke tengah masyarakat. Tujuannya jelas: memperbanyak jumlah anggota. Menurutnya, semakin banyak anggota GWS, maka suara masyarakat akan semakin terdengar (“kenteng”) dan kolaborasi dengan dinas pun akan semakin kuat (“kenceng“). Acara pelantikan hari ini sendiri dianggap sebagai bagian dari pabrik kampanye totalitas tersebut.
Ekspansi Jaringan ke Funding & Lion Club Untuk mendukung keberlanjutan program, ketua baru berencana menjajaki kerjasama dengan lembaga pendanaan (funding). Meskipun mengakui tantangannya karena status GWS sebagai organisasi nasional dengan cabang di daerah, ia optimis dapat membuka akses tersebut.

Selain itu, sayap organisasi juga akan dikembangkan melalui pendekatan ke Lion Club Solo. Ketua Lion Club Solo telah diperkenalkan oleh rekan terdekat, dan GWS siap berkolaborasi untuk memperluas dampak sosialnya. “Meskipun saat ini belum banyak dikenal, kita harus tetap on dan bergerak maju,” pungkasnya.
Acara pelantikan ditutup dengan semangat yel-yel khas GWS Surakarta: “Women Support Women, Sa-Jo-Se!“, menandai dimulainya era baru pergerakan wanita sejahtera di Kota Solo yang lebih vokal, terorganisir, dan bersinergi. (*/ian)






















