Suguhkan Ragam Warna Budaya Lewat 10 Sanggar di Hari Pertama, Festival ‘Semarak Budaya Indonesia 2025’

Berita, Budaya73527 Views
banner 468x60

JATENGONLINE, SOLO – Kota Surakarta kembali menjadi saksi perhelatan seni akbar
Semarak Budaya Indonesia 2025 untuk yang ke-12 kalinya di Balai Kota Surakarta. Gelaran hari
pertama ini berlangsung pada Jumat (09/05/2025) malam dan akan berlanjut pada Sabtu
(10/05/2025) malam.

SBI 2025 kembali hadir sebagai ajang yang mempertemukan sanggar-sanggar seni dari seluruh
penjuru negeri dalam satu panggung kebudayaan. Tahun ini, dengan tema “Manca Warna
Puspita”, perhelatan ini menjadi ruang untuk merayakan kekayaan budaya Indonesia sekaligus
memperkuat identitas seni para pelakunya. Sehingga diharapkan, karya-karya yang ditampilkan
mampu menggugah apresiasi masyarakat terhadap seni tari dan budaya Nusantara.

banner 336x280

Diselenggarakan oleh Pemuda Indonesia Kreatif bersama Semarak Candrakirana Art Center dan
didukung oleh Pemerintah Kota Surakarta, festival yang telah menginjak usia ke-12 tahun ini
dapat disaksikan oleh berbagai lapisan masyarakat secara gratis di halaman Pendopo Balai Kota
Surakarta.

Aprizal Rizaldi Naim S.H., dalam sesi sambutan, dengan bangga mengungkapkan bahwa SBI
2025 hadir ke-12 kalinya sebagai rangkaian holistik yang menyatukan unsur seni, edukasi, dan
potensi ekonomi dalam satu kesatuan acara yang utuh dan meriah.

“Dengan mengusung tema Manca Warna Puspita, SBI 2025 menghadirkan gambaran Indonesia
sebagai taman bunga yang penuh warna, namun tetap selaras dalam satu harmoni. Acara ini
dirancang secara holistik sebagai wadah strategis untuk menggabungkan unsur seni, edukasi, dan
potensi ekonomi dalam satu kesatuan acara yang meriah.”

“Akhir kata, mari terus gaung dan rayakan semangat pelestarian budaya lokal asli dan kemajuan
ragam seni kreatif Nusantara hingga ke seluruh penjuru dunia,” pungkasnya.

Lebih lanjut Walikota Surakarta, Respati Ahmad Ardianto, menyampaikan sambutan dan ucapan
terima kasih yang diwakili oleh Drs. Hery Mulyono, M.M selaku Asisten Administrasi Umum
Sekretaris Daerah Kota Surakarta.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemuda Indonesia Kreatif yang secara
konsisten terus menyelenggarakan festival ini setiap tahunnya. Ini adalah bukti nyata bahwa
generasi muda bukan hanya pewaris budaya tapi juga penggerak dan inovator budaya negeri
sendiri. Tema Manca Warna Puspita mengandung makna yang dalam, sebuah metafora dari
Indonesia yang beraneka warna seperti bunga yang bermekaran. Solo, sebagai kota budaya
merasa terhormat menjadi taman tempat bunga-bunga itu berkembang dan dipamerkan ke dunia.
Semoga momen ini menjadi ajang silaturahmi budaya, pertukaran kreativitas, dan inspirasi kita
semua untuk terus merawat dan terus mengembangkan budaya bangsa.”

Pemukulan kenong oleh Aprizal Rizaldi Naim S,H., Ibu Dr. Dra. R.Ay Irawati Kusumorasri
M.Sn., Baruna Wasita Aji, Drs. Hery Mulyono, M.M., dan Imam Sukhan menjadi pertanda resmi
dibukanya SBI 2025. Kemudian, sesi dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan dari
Angklung Wanita Sarinah Berkebaya, sebagai perwakilan delegasi, kepada Ketua Pelaksana SBI
2025 dan perwakilan Walikota Surakarta.

Berbagai sanggar yang turut meramaikan acara pada hari pertama, antara lain, Semarak
Candrakirana Art Center – Solo, Rumah Kreatif Damar Art Banyuwangi – Banyuwangi,
Srikandhi Catur – Solo, Ariani Ballet School – Solo, Angklung Wanita Sarinah Berkebaya –

Jakarta, Sanggar Orek – Solo, Sanggar Seni Malanca Yogyakarta – Yogyakarta, Sanggar Seni
Pelangi Ngesthi Budaya – Karanganyar, Sarwi Retno Budaya – Solo, Sang Citra Budaya – Solo.

Sebagai tuan rumah dari Surakarta, Semarak Candrakirana Art Center membuka acara dengan
tarian bertajuk “Kusumasara” yang menggambarkan proses transformasi spiritual dan harmoni
semesta yang diilustrasikan melalui metafora bunga suci yang mekar. Disuguhkan dengan
kostum berwarna merah merona, Sanggar Semarak Candrakirana Art Center menghadirkan
pembukaan yang menarik perhatian.

Penampilan ditutup oleh Sanggar Sang Citra Budaya dengan membawakan Tari Kridha
Jalummpang. Tarian ini menggambarkan seorang wanita sebagai seorang prajurit yang lincah
dan wanita sebagai seorang pengendali kuda.

Panggung SBI 2025 hari pertama secara keseluruhan berlangsung secara meriah. Acara ini
diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada para penampil. Gelaran seni ini sukses digelar
berkat dukungan dari Semarak Candrakirana Art Center, Pemuda Indonesia Kreatif, Rumah
Atsiri Indonesia, Bank Indonesia dan Pemerintah Kota Surakarta. Kemeriahan panggung SBI
akan berlanjut lagi pada Sabtu (10/05/2025) di lokasi yang sama pada pukul 10.00 WIB – selesai. (*/ian)

 

banner 336x280