‘Nguri-uri’ Budaya Jawa Saat Pernikahan Anaknya, Ahmad Dhani Terima Kekancingan ‘Kanjeng Pangeran’ dari Keraton Surakarta Hadiningrat 

Berita, Budaya1177 Views
banner 468x60

JATENGONLINE, SOLO – Pada momen sakral yakni peringatan Tutup Suro, Jumat 25 Juli 2025, Keraton Surakarta Hadiningrat menganugerahkan gelar kebangsawanan kepada Ahmad Dhani, musisi legendaris sekaligus anggota DPR RI.

Upacara pemberian kekancingan kepada pemilik grup musik Dewa 19 itu berlangsung khidmat di Sasana Nalendra, suami dari Mulan Jameela itu resmi menyandang gelar Kanjeng Pangeran (KP) Ahmad Dhani Sastro Atmojo Joyonegoro.

banner 336x280

Disamping menjadi perbincangan publik karena anugerah kekancingan di penghujung syura, Ahmad Dhani datang ke kraton menggunakan mobil milik milik H. Puspo Wardoyo pengusaha sukses dan pemilik jaringan kuliner ternama Wong Solo Group mobil itu Mercedes Benz G-Class berpelat nomor privat W 50 LO, datang bersama istrinya.

Kedatangannya pun disambut hangat oleh para kerabat keraton, yang dengan penuh takzim mengiringi mereka menuju lokasi utama upacara.

Setelah prosesi penyambutan dan ramah tamah, upacara pemberian kekancingan atau gelar kebangsawanan pun dilangsungkan secara adat oleh Sinuhun Pakubuwono XIII sendiri.

Ahmad Dhani mendapatkan gelar dari Keraton Surakarta karena sebagai sosok dan figur penting dalam pelestarian budaya dan tradisi Jawa.

Dhani dinilai memiliki ketertarikan dan kecintaan yang mendalam terhadap kebudayaan Jawa.

Hal ini disampaikan oleh KGPH Adipati Dipokusumo selaku Pengageng Parentah Keraton Surakarta Hadiningrat saat mendampingi Ahmad Dhani sesaat setelah upacara kekancingan.

“Sebagai figur publik yang konsisten menunjukkan apresiasi terhadap budaya Jawa. Salah satunya adalah saat beliau menggelar pesta pernikahan putranya, dengan menggunakan adat Jawa yang lengkap. Karena itulah, pihak Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memandang beliau layak menyandang gelar kebangsawanan,” ungkap Dipokusumo.

Atas gelar barunya tersebut kini Ahmad Dhani telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar bangsawan Jawa.

Dan hal ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri baginya, terutama karena dirinya sudah sejak lama menyukai sejarah perkembangan kerajaan Jawa, terutama Mataram Islam.

“Karena itulah di rumah saya juga banyak terpajang foto-foto para raja Mataram Islam,” ungkap Dhani ditemui usai menerima gelar.

Menurut Dhani, jika gelar yang diterimanya ini menjadi beban bagi dirinya. Sebab dengan adanya gelar yang disandangnya, otomatis dia harus memikul tanggung jawab baru dalam hal pelestarian budaya Jawa.

“Di Komisi X, nantinya akan ada rencana untuk penyesuaian kurikulum sekolah terkait sejarah perkembangan Mataram Islam. Sejarah yang ada bisa memandang secara komprehensif, sehingga tidak ada lagi kesalahan dalam pemahamannya,” ucap Dhani.

Dhani pun berjanji setelah menjadi kerabat bangsawan, nantinya akan mengikuti berbagai acara tradisi budaya yang digelar oleh lembaga tersebut.

Diakuinya, jika selama ini belum sempat mengikuti acara-acara di keraton, seperti kirab pusaka ataupun labuhan yang di laut itu. “Tahun depan insya Allah saya akan hadir untuk mengikutinya,” janjinya. (*/ian) 

banner 336x280