JATENGONLINE, SUKOHARJO – Kejadian unjuk rasa berujung tindakan anarkis di sejumlah daerah termasuk di Solo Raya, yang dipicu ketidak percayaan terhadap masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Namun demikian, anarkis dengan perusakan fasilitas umum yang terjadi di beberapa tempat disikapi secara bijak oleh Komando Barisan Terate (Kobaret) Solo Raya, yakni wadah bersilaturahmi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Ditegaskan dalam acara Gebyar Kemerdekaan Kobaret Solo Raya di Lapangan Joho, Sukoharjo, Minggu (31/8/2025).
Para petinggi organisasi menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah Solo Raya dengan menyerukan kepada seluruh anggotanya untuk tidak mudah terprovokasi dan selalu terus mengedepankan persaudaraan.
Ketua Penyelenggara Irwan Sestijono menyampaikan, menyampaikan bahwa acara ini tidak hanya merayakan HUT RI ke-80, tapi sekaligus sebagai wadah bagi PSHT, khususnya Kobaret, untuk bersinergi dengan aparat keamanan.
Ada sekitar 5.000-an peserta dari berbagai daerah seperti Sragen, Karanganyar, dan Wonogiri, seluruh peserta lomba menerima beras, juga ada beasiswa untuk 10 siswa yang lantang mengucapkan Pancasila. Acara semakin meriah dengan kegiatan mulai dari lomba 17-an, pembagian doorprize, hingga bakti sosial.
“Kita lebih menekankan agar PSHT bisa bersinergi dengan aparatur dan masyarakat yang ada di Sukoharjo,” ucap Irwan.
Pakde Yanto, salah satu sesepuh menambahkan, bahwa acara yang diadakan setiap tahun ini sengaja dipusatkan di Sukoharjo sebagai bentuk kepedulian terhadap situasi yang sedang terjadi.
“Kita tetap harus menjaga ketentraman masyarakat, dan ingin menghibur kepada seluruh warga PSHT dan Kobaret.” tegas Pakde Yanto.
Di kesempatan tersebut, pesan perdamaian juga disampaikan oleh Dewan Penasihat Kobaret, Dr. BRM Kusumo Putro yang menekankan bahwa roh organisasi mereka adalah persaudaraan. Kusumo prihatin dan mengimbau kepada seluruh keluarga besar PSHT agar selalu menjaga keamanan, kenyamanan, kondusifitas, utamanya kesantunan.
“Kami tidak pernah memulai, kami tidak pernah mencari permusuhan dengan siapapun, tapi kami menggalang persaudaraan,” kata Kusumo.
Ucapan terima kasih disampaikan Kusumo kepada Kapolres Sukoharjo, Bupati, Dandim, dan semua pihak yang mendukung acara ini.
“Ada distribusi donasi dan membantu masyarakat yang membutuhkan, sebagai bagian dari komitmen sosial PSHT dan Kobaret, sebagai pesan perdamaian,” pungkas Kusumo. (*/ian)

























