Melestarikan Kraton, Merawat Masa Depan Surakarta, Ketum Kadin Solo Ferry: “No one left behind!“

Berita, Solo Raya880 Views
banner 468x60

Ferry Septha Indrianto (FSI) 

JATENGONLINE, SOLO – “Jalan kebenaran, bukan untuk mencari siapa salah atau benar, namun dengan sungguh-sungguh upaya menghimpun pada semua pihak, baik yang merasa benar ataupun pihak yang disalahkan untuk bersatu kembali dan berjalan bersama-sama pada jalur yang semestinya. No one left behind,“ ujar Ferry Septha Indrianto atau lebih sering disapa FSI, sekali waktu di hungungi via selulernya, Senin (17/11/2025)

banner 336x280

Hal itu disampaikan FSI usai Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamengkunegoro atau Gusti Purboyo resmi bergelar Sampean Dalem Ingkang Susuhunan Kanjeng Susuhunan Senopati ing Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama kang Jumeneng Kaping 14 dalam upacara Jumenengan Dalem Nata Binayangkare di Keraton Surakarta, Sabtu (15/11/2025).

Di Bangsal Manguntur Takil, PB XIV Hamengkunegoro membacakan Sabda Dalem atau sumpah sebagai penerus PB XIII.

“Saya, menjabat sebagai Sri Susuhunan di Keraton Surakarta Hadiningrat dengan sebutan Sampean Dalem Ingkang Susuhunan Kanjeng Susuhunan Senopati ing Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama kang Jumeneng Kaping 14,” kata PB XIV Hamengkunegoro.

Sementara keberadaan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat beserta rajanya dinilai tetap penting dan relevan. Keraton memegang peran vital sebagai penjaga tradisi, pengembang budaya Jawa, sekaligus pusat ilmu pengetahuan dan ekonomi.

Sebagai Ketua Umum Kadin Kota Surakarta, FIS menyampaikan, bahwa Keraton merupakan objek vital bagi Surakarta dan

optimis mampu menjunjung tinggi sebagaimana ketentuan dan paugeran adat keraton.

“Agar clear dan clean, perlu pemahaman bagi yang tidak paham runtut rentetnya sejarah. Kita selama ini sudah belajar banyak dari Ontran-ontran Keraton, lalu apa hasilnya ?” kata FSI.

Ini namanya sikap pembiaran, lanjut FSI, dan justru bisa mendorong kembali ke titik nol lagi, kembali era saat pak Jokowi mendamaikan keraton dulu.

“Saya sudah minta ke pihak keraton agar segera perbanyak literasi yang mudah dipahami khalayak,” katanya.

Kini fokus penekanannya pada “No one left behind” tegas FSI, yakni “tidak boleh ada seorang pun yang tertinggal”.

“Ini adalah prinsip yang menekankan komitmen untuk memastikan tidak ada individu atau kelompok yang terpinggirkan, terutama dalam konteks pembangunan, dan keadilan.

Prinsip ini berarti membangun masyarakat yang lebih adil, mengurangi diskriminasi, dan memastikan setiap orang memiliki akses terhadap hak dan peluang untuk berpartisipasi penuh dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Melestarikan Keraton Merawat Masa Depan Surakarta

Putra mahkota Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo), KGPAA Hamangkunegoro Sudibyo Raja Putra Narendra Mataram, telah naik takhta menjadi raja baru Keraton Solo bergelar SISKS Paku Buwono (PB XIV), Sabtu (15/11/2025).

Siapapun pemimpin Keraton Solo, yang terpenting membawa dampak positif bagi masyarakat khususnya dalam kaitannya dengan pelestarian kebudayaan.

Kota Surakarta telah lama dikenal sebagai daerah tujuan wisata budaya dan kuliner. Keberadaan Keraton Kasunanan Surakarta menjadi daya tarik bagi wisatawan yang menyukai cerita sejarah. Kota Surakarta juga dikenal dengan kulinernya yang khas seperti tengkleng, sate kambing, serabi solo, dan lain sebagainya.

Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota Surakarta untuk mendongkrak kedatangan wisatawan ke Surakarta. Menjalin kerja sama dengan berbagai pihak sebagai upaya meningkatkan pariwisata di wilayah aglomerasi.

Sementara Kadin Solo dan Keraton Kasunanan Hadiningrat memiliki hubungan yang bersifat kemitraan strategis, di mana Kadin berperan sebagai pendukung aktif dalam pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi yang terkait dengan Keraton.

“Secara terbuka mendorong percepatan revitalisasi Keraton Kasunanan Hadiningrat. Hal ini dianggap penting untuk menyelesaikan identitas Kota Surakarta dan mengoptimalkan aglomerasi Solo Raya.” ujar FIS.

Kadin Solo menganggap Keraton Surakarta sebagai sumber daya penting dalam ekosistem pariwisata Solo Raya. Kadin berupaya memperkuat ekosistem ini dengan tidak hanya fokus pada objek wisata fisik, tetapi juga paket wisata kuliner dan budaya, di mana Keraton menjadi pusatnya.

Kadin mendukung upaya Pemkot Surakarta dan pihak Keraton dalam mempromosikan Keraton, termasuk untuk kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Kolaborasi ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi sumber daya yang ada dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang peran penting Keraton.

“Keraton bukan hanya sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan, tetapi juga sebagai aset ekonomi strategis yang dapat didorong pengembangannya melalui inisiatif bisnis dan pariwisata.” pungkas FIS, Ketum Kadin Solo. (*/ian)

banner 336x280