PQN 2025: Bank Indonesia Mendorong Literasi Keuangan dan Penggunaan Pembayaran Digital Bagi Pelaku UMKM

banner 468x60

JATENGONLINE, SOLO – Launching Merchant QRIS Alun-Alun Kidul menjadi momentum penting bagi Netzme, dimana sejak 15 November 2024 lalu telah resmi membuka Sentra QRIS UMKM Netzme Hub di Solo. Dimana Solo, pusat kolaborasi dan edukasi digital bagi para UMKM

“Kami memilih Solo karena kota ini penuh kreativitas, memiliki komunitas UMKM yang kuat, dan menjadi titik awal ekspansi kami di Jawa Tengah.” papar Hafid Nur Cahyo, Head of Bussiness Partnership Netzme.

banner 336x280

Data yang saya terima, lanjutnya dalam sambutan, bahwa Jawa Tengah kini menempati peringkat keempat nasional Transaksi Qris di tahun 2024. Dan peringkat ketiga nasional untuk pengguna Qris Soundbox Netzme.

“Prestasi ini tentu tidak lepas dari dukungan yang sangat luar biasa dari Bank Indonesia dalam menggerakkan ekonomi digital.” kata Hafid.

Hari ini, Senin (11/8/2025) bersama Bank Indonesia Solo, menyerahkan 104 Qris Soundbox Netzme kepada para pelaku UMKM.

Harapannya, menjadi langkah nyata untuk membuat transaksi lebih aman, cepat, dan nyaman. Mewujudkan Solo sebagai kota budaya sekaligus pusat ekonomi digital Indonesia.

Pada kesempatan tersebut GRAy Dewi Ratih Widyasari mewakili kakaknya GKR Timur Rumbai Kusuma Dewayani menyampaikan, apresiasi dan dukungan atas terselenggaranya kegiatan launching merchant qris alun-alun kidul yang menjadi bagian dari Rangkaian Pekan Kris Nasional atau PKN 2025.

“Kami berharap dengan terselenggaranya kegiatan ini akan menjadi awal langkah dalam mendorong perluasan implementasi digitalisasi sistem pembayaran di kota Solo ini. khususnya bagi para UMKM,” kata Dewi Ratih dalam sambutannya.

Dengan tersedianya pembayaran qris, transaksi masyarakat dapat dilakukan dengan lebih cepat, mudah, dan aman. Sehubungan dengan itu, pihak Keraton Surakarta Hadiningrat menyambut baik sinergi antara Bank Indonesia, Netzme, dan para pelaku UMKM di kawasan alun-alun kidul.

Berharap kolaborasi positif ini dapat berkelanjutan sehingga pelaku UMKM semakin berdaya saing di era digital ini, dan kawasan alun-alun kidul semakin hidup sebagai pusat ekonomi kreatif. Sekaligus menjadi langkah bersama menuju kemajuan, kesejahteraan, dan pelestarian budaya di kota Solo.

Launching Merchant Qris UMKM Kawasan Alkid Keraton Surakarta ini menjadi istimewa, karena sekaligus hari ini, Senin (11/8/2025), menandai mulai aktif di Bank Indonesia Solo Pramudya Wicaksana ssebaga Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, berharap pada pelaku UMKM dapat berkoordinasi dan bekerjasama dalam mengembangkan digitalisasi pembayaran di Solo Raya ini.

Sebagai mana diketahui bahwa digitalisasi sudah tidak dapat dielakkan. Dalam kekehidupan sehari-hari. Sehingga mau tidak mau pelaku usaha kecil, pelaku UMKM di semua kelompok masyarakat dan juga di semua jenis kehidupan ini sudah harus bersentuhan dengan digitalisasi.

“Bank Indonesia terus mendorong literasi keuangan dan penggunaan pembayaran digital bagi pelaku UMKM.” kata Pramudya.

Dan ini juga mendukung pekan kris nasional yang diselenggarakan di seluruh wilayah Indonesia yang berlangsung dari tanggal 11 sampai dengan 17 Agustus 2025.

Perkembangan kris di Jawa Tengah sangat tinggi, dan khusus untuk di wilayah Solo Raya, volume transaksi kris itu sudah mencapai 51,91 juta. Dan itu juga tak terlepas dari dukungan seluruh pihak terkait.

“Volume selain meningkat juga nominal serta jumlah merchant kris juga terus meningkat, sehingga ke depannya kita perlu terus bekerjasama untuk mendorong digitalisasi pembayaran di Solo Raya,” kata Deputi Perwakilan Kantor BI Solo.

“Mari kita terus bekerjasama. Kita berkomitmen untuk terus menggelorakan digitalisasi pembayaran menggunakan kris di wilayah Solo Raya,” pungkasnya.

Acara dihadiri selain para pelaku UMKM kawasan Alkid Keraton Surakarta Hadiningrat juga GRAy Dewi Ratih Widyasari – Perwakilan Keraton Surakarta Hadiningrat. Pramudya Wicaksana – Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo. Hafid Nur Cahyo – Head of Bussiness Partnership Netzme. Puji Handayani – Kepala Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran BI Solo. Aryo Widyandoko – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo. Usai penyerahan kelima tamu via mengendarai becak keliling stand di Alkid Keraton Surakarta. (*/ian) 

banner 336x280