JATENGONLINE, SOLO – Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Kus Murtiyah Wandan Sari Pengageng Sasono Wilopo Keraton Surakarta Hadiningrat yang juga sebagai Ketua Lembaga Dewan Adat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, kembali mengucapkan banyak terima kasih kepada Founder Kali Pepeland Puspo Wardoyo yang tidak pernah berhenti memberikan support pelaksanaan pelestarian budaya dan kegiatan Keraton Surakarta Hadiningrat.
“Sekali lagi dan berkali-kali saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Puspo Wardoyo dengan Kali Pepeland-nya yang selalu membantu dan berpartisipasi dalam pelestarian budaya dan beberapa kegiatan Keraton Surakarta Hadiningrat,” papar Gusti Moeng, panggilan akrab GKR Kus Murtiyah, ditemui di Keraton Surakarta. Selasa (22/10/2025)
Seperti diketahui bahwa yang namanya kegiatan adat, dilaksanakan tiap bulan dan berlangsung hampir setahun, ada 8 upacara besar, dan itu selalu didukung oleh Pak Puspo Wardoyo.

“Jadi, saya berterima kasih kepada Pak Puspo Wardoyo yang berpartisipasi baik berupa finansial atau pun logistik yang diperlukan secara langsung, sehingga meringankan Keraton,” papar Gusti Moeng.
Selanjutnya Gusti Mung beserta delegasi Keraton Surakarta Hadiningrat akan berangkat ke Jepang 3 Nopember 2025 dalam rangka lebih memperkenalkan adat budaya kraton dan tarian yang ada didalam Keraton Surakarta Hadiningrat.
“Kita kerjasama atau memenuhi undangan dari Tokyo University. Yang di sana kita memberikan workshop-workshop tentang apa tari itu sendiri, tentang tata rias, tata busana, perkembangannya.” ujar Gusti Moeng.
Jadi dari kerajaan itu, sambungnya, dari dulu Jepang memang sangat respek dan sejak dulu hampir setiap tahun pasti ada mahasiswa yang dikirim untuk se belajar di Keraton, kemudia ditampilkan di negara asal Jepang.
Gusti Moeng pun di jadwalkan akan tampil menari tunggal, mengenalkan dasar-dasar dari tari itu sendiri, meskipun akan tampilkan dalam satu rangkaian tari yaitu serimpi.
Penampilan Keraton Surakarta Hadiningrat di Jepang sebenarnya lebih pada menunjukkan eksistensi dan dari sana itu juga ingin regenerasi di keraton Surakarta itu masih berjalan. (*/ian)



















