SoloRaya Great Sale 2025, Resmi Ditutup Gubernur Jawa Tengah. Transaksi Melebihi Target Yakni Rp10,7 Triliun

Berita, Solo Raya897 Views
banner 468x60

JATENGONLINE, SOLO – Solo Raya Great Sale (SGS) 2025resmi ditutup oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, pada malam puncak yang digelar di De Tjolomadoe Karanganyar, Minggu (3/8/2025) malam. Dimana program yang berlangsung selama satu bulan ini mencatatkan total transaksi fantastis, yakni mencapai Rp10,7 triliun melebihi target yang ditetapkan yakni Rp10 triliun.

Disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat press conference tentang pentingnya kolaborasi antarwilayah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi baru. “Dalam rangka menumbuh kembangkan ekonomi baru di wilayah kita, perlu saya sampaikan, bahwa kita tidak bisa berdiri sendiri, tetapi di situ ada nafas satu yakni kebersamaan.” terang Luthfi.

banner 336x280

Maka di situ, lanjut Luthfi, perlunya  collaborative government. Di antaranya adalah di dalamnya adalah penggerak ekonomi yang dipioniri oleh Kadin.

Konsep aglomerasi, menurut Luthfi, antar tujuh kabupaten di Soloraya menjadi kunci keberhasilan program Solo Raya Great Sale ini.

“Kita galang kebersamaan untuk menciptakan ekonomi baru yang tidak bisa mengandalkan di masing-masing kabupaten. Kita jadikan satu,” katanya.

Di kesempatan tersebut, mantan Kapolda Jawa Tengah ini juga menyampaikan bahwa Soloraya dijadikan rool model untuk pengembangan ekonomi ke wilayah lain di Jawa Tengah seperti Pati Raya, Pekalongan Raya, hingga Semarang Raya.

“Kontribusi UMKM yang mencapai 4,2 juta unit turut mendorong keberhasilan ini. Sangat luar biasa sekali,” katanya bangga.

UMKM di Jawa Tengah yang hampir 4,2 juta yang itu UMKM Mikro, kemudian naik kelas menjadi UMKM kecil, naik kelas menjadi UMKM menengah, digelaran SGS 2025 ini.

Ditambahkan, Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Bakrie mengapresiasi keberhasilan SGS ini. Kegiatan ini bisa menjadi contoh nasional dalam penguatan sektor perdagangan, pariwisata, dan investasi.

“SGS ini merupakan contoh yang bisa dikembangkan di seluruh Indonesia. Karena bagaimanapun juga salah satu konsepnya yang TTI itu, yaitu turisme dan trade dan investment hal yang sangat-sangat bagus,” katanya.

Dengan infrastruktur yang mendukung dan upah yang kompetitif, lanjut Anin, Jawa Tengah layak menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Anin juga menekankan pentingnya keberlanjutan program seperti ini dalam mendampingi UMKM dan memperluas jaringan investasi.

“Soloraya Great Sale juga bisa menjadi contoh mungkin, untuk ke kabupaten, kota yang lain, di provinsi lain,” pungkasnya. (*/ian) 

banner 336x280